MTsN 8 Sleman Berbatik di Hari Batik Nasional 2023

Sleman (MTsN 8 Sleman) – Istilah Batik berasal dari Jawa, ambathik, amba yang berarti ‘lebar atau luas (merujuk kain) dan nithik yang artinya ‘membuat titik’, sehingga menghubungkan titik titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas atau lebar. Istilah bathik kemudian diserap kedalam Bahasa Indonesia menjadi ‘batik’. (Wikipedia, 2023).
Batik menjadi ciri khas Bangsa Indonesia, karena seni batik asli berasal dari Indoensia. Tidak hanya di Pulau Jawa, tapi di luar pulau Jawa kita bisa menemukan beraneka ragam batik. Beberapa sejarawan mempercayai bahwa tidak hanya di pula Jawa, kita bisa menemukan batik dari beberapa daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera dan Papua.
Di pulau Jawa sendiri batik memiliki motif dengan ciri khas masing-masing seperti ‘Tujuh Rupa’ dari Pekalongan; ‘Sogan’ dari Solo; ‘Gentongan’ dari Madura; ‘Mega Mendung’ dari Cirebonl ‘Kraton’ dari Yogyakarta; ‘Simbut’ dari Banten; ‘Pring Sedapur’ dari Magetan; ‘Parang’ dari Pulau Jawa; ‘Geblek Renteng’ dari Kulon Progon, DIY; ‘Kawung’ dari Jawa Tengah.
Batik memiliki akar sejarah yang didalamnya mengandung banyak makna tentang budaya, sehingga batik sangat dihargai sebagai seni dan warisan budaya nasional. Untuk melestarikannya, maka setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, hal ini bertepatan dengan diakuinya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO (United Nations of Edicational, Scientific, and Cultural Oranization). MTsN 8 Sleman turut menyemarakkan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada hari ini Senin (02/10/2023) dengan mengenakan busana Batik. Seluruh siswa siswi kelas 7-9 mengenakan pakaian batik, batik bebas. Sedangkan untuk bapak ibu guru pegawai mengenakan pakaian batik khas madrasah, yaitu batik ciprat. Batik ciprat, memperkaya ragam khasanah batik nasional. (hm8)
