Bertajuk Siswa Madrasah Berprestasi, MTsN 10 Sleman Dukung Program Podcast Kankemenag Sleman

Sleman (MTsN 10 Sleman) MTsN 10 Sleman kedatangan tim Pranata Humas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sleman, Kamis ( 12/10/2023). Tim terdiri dari Isa Anshori, Nismatun Dian Islami, Dwi Aji Raharjo, dan Titik Nur Farikhah. Kedatangan tim Humas dimaksudkan mempersiapkan pembuatan podcast Kankemenag Sleman dengan mengusung tajuk Siswa Madrasah Berprestasi. “Kami mendata MTsN 10 Sleman memiliki banyak prestasi yang inspiratif, “ungkap Titik Nur Farikhah tentang alasan dipilihnya MTsN 10 Sleman.

Kedatangan tim disambut Kepala MTsN 10 Sleman Paijo, S.Ag., beserta Kepala Tata Usaha Eliya Fitriyani, S.H., M.M. dan staf Humas MTsN 10 Sleman, Nelly Saraswati. “Kami minta izin kepala madrasah untuk menggandeng siswa madrasah dalam program Humas Kankemenag Sleman, “ujar Aji mewakili tim. Selanjutnya, Aji menguraikan seluk beluk program podcast yang merupakan terobosan baru Kankemenag Sleman bidang kehumasan. “Program perdana telah tayang berupa sosialisasi dari Kakanmenag dan tema madrasah merupakan rencana tayang berikutnya, “tandas Aji. Kepala MTsN 10 Sleman menyambut baik rencana tim humas. “Merupakan kehormatan, kami dilibatkan dalam progam Humas Kankemenag, “ sambut Pak Paijo tentang rencana tersebut. “Kami terbuka dan mendukung sepenuhnya, “ujarnya. Podcast dijadwalkan live Podcast Rubik (Ruang Bicara Kita) Kemenag Sleman Channel yang dijadwalkan Kamis (19/10/2023) pukul 09.00 s.d. 09.30 WIB.

Respon cepat dilakukan tim humas MTsN 10 Sleman dengan memilih 3 siswa yang dipandang mewakili representasi siswa berprestasi MTsN 10 Sleman. Mereka adalah Ahamad Syarifudin, Danastri Brahmi Muhtadi, dan Dita Cika Fillesari. Selanjutnya, tim pranata humas Kankemenag Sleman melakukan pendekatan, orientasi, dan bangun chemestri kepada ketiga siswa tentang rencana podcast yang melibatkan mereka. “Panggil saja kami Kak Aji, Kaka Titik, Kak Nisma, dan Kek Isa, “ seloroh Aji mengawali perkenalan. Akrab dan cair mewarnai perbincangan siang itu. Syarifudin, Danastri, dan Cika cepat memahami konsep yang diuraikan pranata humas. Tak terasa, pertemuan 1,5 jam telah berakhir dan ditutup dengan foto bersama. (nsw)
