FKUB Kanwil Kemenag DIY Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama di MATSAMA MAN 1 Sleman
Kemenag Sleman News (MAN 1 Sleman) – Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di MAN 1 Sleman diisi dengan materi penting terkait Moderasi Beragama, yang disampaikan oleh Wiwin Siti Aminah Rohmawati, M.Ag., pemateri dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara yang dilangsungkan pada Selasa (16/07/2024) bertempat di Masjid Al Himmah MAN 1 Sleman dan diikuti oleh seluruh siswa baru.

Dalam penyampaian materinya, Wiwin menekankan pentingnya Sembilan Kata Kunci Moderasi Beragama sebagai landasan hidup beragama yang harmonis dan damai. Sembilan kata kunci tersebut meliputi kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan kepada tradisi.
Dalam sesi diskusi, para siswa diminta menuliskan kelebihan, kekurangan, dan pandangan mereka terhadap perbedaan. Mereka sangat antusias dalam menjawab dan menyampaikan pandangan mereka. Wiwin menanggapi dengan memberikan contoh-contoh konkret dan mendorong para siswa untuk selalu bersikap inklusif dan terbuka terhadap perbedaan.
βSembilan kata kunci moderasi beragama ini bukan sekadar teori, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dari hal-hal kecil seperti saling menghormati antar teman, tidak membeda-bedakan, dan selalu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan konflik. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai,β ujar Wiwin.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ernawati, S.E., M.S.I., selaku Penanggung Jawab Kegiatan, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa baru dalam membentuk karakter mereka sebagai generasi yang toleran dan cinta damai. “Kami sangat berterima kasih kepada pemateri yang telah berbagi ilmu dan wawasan yang sangat berharga ini. Kami berharap para siswa dapat menerapkan nilai-nilai moderasi beragama ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan begitu, mereka tidak hanya akan menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga dapat menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat,” ujar Erna, sapaan akrabnya.
Acara ini ditutup dengan apresiasi yang tinggi dari para peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Diharapkan, pengetahuan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih harmonis dan toleran, serta mampu menginspirasi lingkungan sekitar mereka untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. βDengan demikian, siswa MAN 1 Sleman tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam merawat kerukunan dan kedamaian,β pungkas Erna. (lis)
