Dalami Persoalan Kesehatan Mental Remaja, Siswa MTsN 2 Sleman Dapatkan Penyuluhan dari RS Grhasia

Kemenag Sleman News (MTsN 2 Sleman) — Siswa kelas 7 MTsN 2 Sleman mengikuti pembukaan kegiatan Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) dengan menerima materi mengenai kesehatan mental remaja dari tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia pada Senin, 14 Oktober 2024. Kegiatan ini berlangsung di masjid madrasah dan menghadirkan Rina Eko Widarsih, M.Psi., sebagai narasumber, bersama empat mahasiswi psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam penyampaian materinya, Rina Eko Widarsih menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mental di usia remaja, terutama di tengah tantangan perkembangan teknologi dan tuntutan akademik. Ia menekankan bahwa remaja harus memahami cara mengelola stres, emosi, serta membangun pola pikir yang positif agar dapat menghadapi berbagai situasi dengan bijak.
“Remaja sering kali menghadapi banyak tekanan, baik dari sekolah maupun lingkungan sosial. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka. Oleh karena itu, kami memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan mental dan fisik,” ujar Rina.
Empat mahasiswi UGM yang turut serta dalam kegiatan ini juga membantu dengan mengadakan sesi interaktif, di mana siswa diajak bernyanyi bersama dan berdiskusi, serta melakukan simulasi sederhana terkait cara mengenali dan mengatasi stres. Sesi ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi para siswa dalam menghadapi tantangan sehari-hari.
Kepala MTsN 2 Sleman, Dra. Hj. Titik Susilawati, M.Pd., yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi dengan RSJ Ghrasia dan UGM. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran narasumber yang telah memberikan materi berharga bagi para siswa. Ini adalah langkah awal yang baik untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang kesehatan mental, yang sangat penting bagi perkembangan mereka di masa remaja,” ucap beliau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian P5RA yang selanjutnya berlangsung selama lima hari, dengan fokus tema di kelas 7 mengenai kesehatan mental dan fisik. Dengan diadakannya pembekalan ini, diharapkan siswa dapat lebih peduli terhadap kesejahteraan diri mereka dan mampu menjalani masa remaja dengan lebih positif dan produktif. (agp)
