PPDBM Jalur Prestasi Tahfidz Terpadu Tahap 2 MTsN 8 Sleman Resmi Dilaksanakan

Kemenag Sleman News – (MTsN 8 Sleman) MTsN 8 Sleman kembali menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah (PPDBM) Jalur Prestasi Tahfidz Terpadu (JPTT) tahap 2 pada Jumat (14/3/2025). Kegiatan seleksi ini berlangsung di aula madrasah dengan diikuti oleh calon peserta didik yang telah lolos seleksi administrasi sebelumnya.
Pada tahap kedua ini, para calon peserta didik harus mengikuti serangkaian tes tahfidz dan wawancara dengan didampingi oleh orang tua mereka. Tes tahfidz mencakup kemampuan membaca, menulis Al-Qur’an, serta hafalan, sementara tes wawancara bertujuan untuk mengetahui motivasi dan kesiapan peserta dalam menempuh pendidikan di MTsN 8 Sleman.
Ketua panitia PPDBM MTsN 8 Sleman, Ika Sudaryatiningsih, S.Pd., menyampaikan bahwa terdapat sebanyak 28 calon peserta didik baru yang mengikuti seleksi ini. “Kami berharap melalui proses seleksi ini, kami dapat menjaring siswa-siswi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam bidang tahfidz,” ujarnya.
Seleksi ini dilakukan oleh tim penguji yang terdiri dari guru tahfidz dan dewan guru MTsN 8 Sleman. Para penguji akan menilai kelancaran membaca Al-Qur’an, ketepatan tajwid, serta jumlah hafalan yang telah dikuasai oleh masing-masing peserta.
Selain itu, tes wawancara menjadi bagian penting dalam seleksi ini. Dalam sesi ini, peserta diuji mengenai pemahaman keislaman, motivasi mengikuti program tahfidz, serta kesiapan dalam menjalani pendidikan berbasis madrasah yang berfokus pada penguatan karakter Islami.
Hasil seleksi tahap kedua ini nantinya akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Para peserta yang lolos akan berhak mengikuti program pembelajaran di MTsN 8 Sleman melalui jalur prestasi tahfidz terpadu. “Semoga seleksi ini menghasilkan peserta didik yang berkompeten dan siap mengembangkan kemampuannya dalam tahfidz Al-Qur’an,” pungkas Ika Sudaryatiningsih.
Dengan adanya program ini, MTsN 8 Sleman terus berkomitmen untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. (adp)
