Kamis, Februari 12, 2026
Berita KemenagHeadline

BKM Sleman Siap Menjadi Pelopor Terwujudnya Ekoteologi

‎Kemenag Sleman News —Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari perwakilan Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sleman, serta para Ketua Takmir Masjid se-Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid yang digelar di Resto Pringsewu, Kamis (9/10/2025).

‎Kegiatan ini diinisiasi oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kankemenag Sleman sebagai langkah strategis memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan dan kepedulian sosial masyarakat.

‎Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, didampingi  Plt. Kasi Bimas Islam, H. Achmad Fauzi, beserta jajaran staf Bimas Islam.

‎Dalam sambutannya, H. Achmad Fauzi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta.

‎“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan silaturahmi, tetapi juga diharapkan melahirkan semangat baru dalam mengelola masjid secara lebih produktif, mandiri, dan membawa kemaslahatan bagi umat,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, dalam arahannya menegaskan pentingnya peran masjid dalam membentuk karakter masyarakat yang religius sekaligus peduli terhadap lingkungan.

‎ “Kita berharap pendidikan karakter tidak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga lahir dari ruang-ruang ibadah di masjid. Mari kita hadirkan semangat Ramadan di sepanjang tahun melalui aktivitas keagamaan yang menyejukkan dan memberdayakan,” pesannya.

‎Lebih lanjut, H. Nadhif mengajak seluruh pengurus masjid untuk menjadi pelopor terwujudnya Ekoteologi Kemenag, yakni gerakan kesadaran spiritual yang berpadu dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

‎“Konsep ekoteologi ini mengajak kita semua untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak sekaligus pusat kepedulian lingkungan. Mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga efisiensi energi di lingkungan masjid,” jelasnya.

‎Di akhir sambutannya, beliau juga menyampaikan harapan Bupati Sleman agar setiap pendirian pesantren dan rumah ibadah dikaji dengan baik dari sisi tata kelola dan keberlanjutannya.

‎“Permohonan Bupati juga sejalan dengan semangat ini — agar sebelum pendirian pesantren, masjid, atau tempat ibadah dilakukan, perlu dikaji secara matang agar tata kelolanya benar-benar berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Sleman menegaskan komitmennya untuk menjadikan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sebagai pelopor dalam mewujudkan ekoteologi (Isa)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas