Kamis, Februari 12, 2026
Berita KemenagHeadline

Kakankemenag Sleman Ajak Guru PAI Bertransformasi Lewat Deep Learning ala GPAI: Wujudkan SDM Unggul dan Moderat

Kemenag Sleman News — Dalam semangat membangun sumber daya manusia yang unggul dan moderat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman kembali berinovasi melalui penyelenggaraan Workshop Diseminasi Best Practice: Deep Learning ala GPAI yang digelar di Aula Lantai 3 Kankemenag Sleman, Rabu (14/10/2025).

Kegiatan yang diinisiasi Seksi Pendidikan Agama Islam ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, didampingi Kasi PAIS Ali Afandi beserta jajarannya. Workshop tersebut menghadirkan para Guru Pendidikan Agama Islam dari jenjang SD hingga SMP se-Kabupaten Sleman.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, H. Nadhif menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya inisiatif yang dinilainya sangat relevan dengan penguatan kompetensi guru di era pembelajaran saat ini.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Deep Learning ini. Di tengah berbagai keterbatasan dan efisiensi program, kegiatan ini tetap terlaksana dengan semangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa Bapak-Ibu guru adalah sosok istimewa yang memiliki motivasi tinggi untuk terus belajar dan berkembang,” tutur H. Nadhif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep Deep Learning sejatinya bukan hal baru, namun telah menjadi bagian dari nilai-nilai spiritual yang diwariskan dalam kisah para nabi dan sahabat.

“Jika kita cermati, para nabi telah menunjukkan proses pembelajaran mendalam atau deep learning dalam berbagai peristiwa. Seperti doa Nabi Ibrahim yang menyejukkan api, ketenangan Rasulullah SAW saat menghadapi ancaman Suroqoh, hingga keteguhan Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian berat. Semua itu adalah bentuk deep learning spiritual yang menenangkan jiwa dan menumbuhkan kekuatan iman,” jelasnya.

Menurut H. Nadhif, guru PAI perlu meneladani semangat tersebut dalam proses transfer pengetahuan dan nilai kepada peserta didik. Pembelajaran mendalam bukan hanya soal akademik, melainkan juga tentang pembentukan karakter dan spiritualitas.

“Hakikat guru adalah pembelajar sejati. Dengan keterampilan berpikir mendalam, guru mampu menanamkan nilai, bukan hanya mengajarkan pengetahuan,” ungkapnya.

Menutup arahannya, H. Nadhif mengajak seluruh elemen pendidikan agama untuk bersinergi mendukung visi Sleman Religi melalui program TBTQ (Tuntas Baca Tulis Qur’an).
“Komitmen kita sederhana namun bermakna—setiap siswa yang lulus SD harus tuntas membaca Al-Qur’an. Inilah bentuk nyata deep learning yang menumbuhkan kecerdasan spiritual, sosial, dan intelektual,” ujarnya penuh semangat. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas