Puisi Indonesia Jadi Sumber Inspirasi dalam Kegiatan Jum’at Literasi MTsN 4 Sleman

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – MTsN 4 Sleman kembali menggelar kegiatan Jum’at Literasi sebagai agenda rutin bulanan yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan siswa. Kegiatan dilaksanakan di masing-masing kelas dengan pendampingan wali kelas, Jumat (24/10/2025). Kali ini, tema literasi difokuskan pada kegiatan membaca puisi karya penyair Indonesia dan menuliskan kembali maknanya berdasarkan pemahaman pribadi siswa.
Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diminta mencari salah satu puisi karya penyair Indonesia baik dari sumber daring maupun luring. Mereka kemudian memilih puisi yang paling menarik bagi diri mereka, menuliskan judul dan sumber puisi tersebut pada lembar kerja yang telah disediakan. Selanjutnya, siswa menuliskan alasan pemilihan puisi dalam dua hingga empat kalimat, dan menguraikan isi atau makna puisi tersebut dalam empat hingga delapan kalimat sesuai dengan penafsiran masing-masing.

Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menyampaikan bahwa kegiatan Jum’at Literasi ini merupakan upaya madrasah dalam membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan madrasah. “Kami ingin siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami, menafsirkan, dan menuliskan kembali gagasan dari karya sastra yang mereka baca. Dengan begitu, mereka belajar berpikir kritis dan berbahasa dengan lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Pramudiyarini, selaku Koordinator Kegiatan Literasi MTsN 4 Sleman, menjelaskan bahwa pemilihan tema puisi kali ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa dan kemampuan apresiasi sastra di kalangan siswa. “Puisi adalah karya yang kaya makna dan emosi. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa lebih mengenal karya-karya penyair Indonesia sekaligus belajar mengungkapkan pendapat dan perasaan mereka sendiri secara tertulis,” tutur Pramudiyarini.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang antusias. Siswa terlihat serius membaca, menandai baris-baris puisi, dan menuliskan interpretasinya dengan penuh perhatian. Beberapa siswa bahkan saling berdiskusi mengenai makna dan pesan dari puisi yang mereka pilih, menciptakan suasana belajar yang hidup dan interaktif di setiap kelas.
Salah satu siswa kelas IX, Claresta Yasmine Febriani, mengaku senang dengan kegiatan ini karena memberinya kesempatan untuk lebih memahami keindahan bahasa dalam puisi. “Saya memilih puisi Aku karya Chairil Anwar karena menurut saya puisinya sangat kuat dan menggambarkan semangat hidup. Saat menuliskan kembali maknanya, saya merasa seperti sedang berbicara dengan penyairnya,” ungkap Claresta dengan semangat. (epr)
