Komisi D DPRD Sleman Lakukan Kunjungan Kerja ke MAN 3 Sleman

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) — Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) D.I Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Sleman, Jumat (31/10/2025). Kunjungan ini dilakukan menanggapi laporan puluhan siswa yang mengalami gejala sakit perut usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (23/10/2025) lalu.
Rombongan kunjungan kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu B., S.Pd., M.Si. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat kementerian agama, antara lain Katim 3 Bidang Dikmad Kanwil Kemenag, H. Abdul Na’im, S.Ag., M.Ag.; Kasi Dikmad Kementerian Agama Kab Sleman, Drs. H. Tulus Dumadi, S.Ag., M.A., Pengawas Madrasah, Nur Wahyudin Al Azis, S.Pd., M.Pd., Panewu Kapanewon Mlati; Lurah Sinduadi; serta Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinduadi, Roihan Bedrus Suja, S.Sos.
Pertemuan ini membahas secara mendalam insiden yang tidak hanya melibatkan siswa MAN 3 Sleman, tetapi juga sejumlah siswa SMP Negeri 2 Mlati. Gejala sakit perut yang dialami para siswa diduga berkaitan dengan program MBG yang diberikan pada hari Kamis dan berlanjut hingga Jumat pagi. Sebanyak 20 siswa MAN 3 Sleman mengalami gejala sakit perut sejak malam hingga pagi harinya sehingga oleh madrasah diantar ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan siswa lain sebanyak 190an yang bergejala sama tidak memerlukan perawatan lebih lanjut karena telah sembuh sejak semalam dan dapat mengikuti KBM dengan lancar.

Dalam pemaparannya, Ketua SPPG Sinduadi, Roihan menyampaikan hasil temuan sementara. “Berdasarkan laporan yang kami terima dari hasil lab, penyebab sakit perut pada siswa dimungkinkan berasal dari bakteri E. coli yang terdapat pada air yang digunakan,” jelas Roihan.
Menanggapi hal ini, R.B. Dwi Wahyu B. menegaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian legislatif terhadap kejadian yang meresahkan masyarakat, khususnya orang tua siswa. “Walaupun MBG merupakan program nasional, namun kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama,” ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang AVA MAN 3 Sleman ini menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi bersama dari berbagai instansi terkait ini diharapkan dapat mengidentifikasi titik lemah dalam penyelenggaraan MBG dan menyusun langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pihak SPPG akan melakukan proses pemanasan alat makan sebelum digunakan sehingga diharapkan bakteri akan mati dari proses tersebut. “Kami akan memastikan bahwa standar kebersihan baik bahan maupun alat makan dalam program MBG ini diterapkan secara ketat. Koordinasi antar instansi akan terus diintensifkan,” pungkas Dwi Wahyu. (isn)
