Dua Guru Bahasa Indonesia MTsN 9 Sleman Ikuti Bedah Kisi-kisi TKA

Kemenag Sleman News (MTsN 9 Sleman) – Dua guru Bahasa Indonesia MTsN 9 Sleman, Dwi Ari Wahyuni dan Tety Nur Fithriani turut berpartisipasi dalam kegiatan Bedah Kisi-kisi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Panitia Bedah Kisi-kisi TKA MGMP Bahasa Indonesia bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama DIY. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (4/11/2025) di Aula Penerbit Erlangga, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para guru Bahasa Indonesia jenjang MTs se-DIY.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anita Isdarmini selaku perwakilan dari Kantor Kementerian Agama DIY. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi, pencerahan dan pemantapan pemahaman guru terhadap kisi-kisi TKA. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif mengahadapi TKA yang akan dilaksanakan sekitar bulan Maret-April 2026 mendatang.

Anwar Efendi, Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hadir sebagai narasumber utama memberikan paparan mendalam mengenai analisis kisi-kisi dan bentuk soal, serta peningkatan literasi bahasa dalam konteks pembelajaran abad ke-21. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti paparan yang disampaikan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum berharga bagi para guru untuk memperkuat profesionalisme dan memperkaya wawasan khususnya dalam mempersiapkan TKA mapel Bahasa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Anwar Efendi turut menegaskan kepada seluruh guru bahwa menghadapi TKA tidak cukup dengan drilling soal tetapi juga harus mulai membiasakan siswa membaca teks dengan panjang sekitar 200-250 kata. βPembiasaan membaca jauh lebih penting daripada sekadar drilling soal. Biasakan siswa untuk membaca teks sekitar 200β250 kata setiap hari dengan jenis teks yang bervariasi baik teks informasi maupun fiksi. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga bisa dikolaborasikan dengan guru mata pelajaran lain,” ucap Anwar Efendi. (TN/tnf)
