Kamis, Februari 19, 2026
Berita Madrasah

Siswa MTsN 8 Sleman Tampilkan Karya “Gadis Sleman” dalam Lomba Membatik di MA Raudatul Mutaqin

Kemenag Sleman News (MTsN 8 Sleman) – Satu lagi prestasi dan partisipasi membanggakan datang dari siswa MTsN 8 Sleman. Dalam ajang Lomba Membatik yang digelar di MA Raudatul Mutaqin pada Sabtu (8/11/2025), salah satu siswi berbakat, Khanifa Ina Oktaviani dari kelas IX B, turut ambil bagian dengan mempersembahkan karya batik berjudul “Gadis Sleman”. Karya tersebut mengusung konsep yang menggabungkan keindahan alam, kelembutan budaya, dan semangat generasi muda dalam melestarikan warisan lokal.

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag. juga memberikan dukungan penuh kepada para siswa yang maju dalam lomba membatik ini. Ia berharap hasil karya mereka dapat memberikan prestasi terbaik dan membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih luas. “Kami berharap anak-anak yang berkompetisi di MA Raudatul Mutaqin dapat meraih hasil terbaik. Namun yang terpenting, mereka sudah menjadi juara karena mampu mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Indonesia melalui batik,” ungkapnya dengan penuh harap.

Khanifa menuangkan gagasannya ke dalam media Primissima di atas remasol berukuran 50×50 cm, yang digarap dengan penuh ketelitian dan kesabaran. “Gadis Sleman” menampilkan sosok seorang gadis penari yang melambangkan keanggunan perempuan Jawa sekaligus mencerminkan semangat generasi muda Sleman dalam menjaga dan meneruskan budaya leluhur. Dalam karya tersebut, sang gadis digambarkan tengah menari dengan gerakan lembut nan bermakna, mengekspresikan keharmonisan antara manusia, budaya, dan alam sekitar.

Keunikan utama karya ini tampak pada hiasan kepala sang penari yang dihiasi tanaman Parijotho, flora khas lereng Merapi yang menjadi simbol ketahanan, kesuburan, dan keindahan alam Sleman. Parijotho berwarna merah keunguan itu tidak hanya memperindah komposisi visual, tetapi juga menjadi lambang kehidupan dan daya juang masyarakat Sleman yang hidup berdampingan dengan alam Merapi. Dengan perpaduan unsur flora dan figur manusia, karya ini menghadirkan keseimbangan visual yang kaya makna sekaligus bernuansa lokal yang kuat.

Latar batik karya Khanifa memperlihatkan Gunung Merapi, sawah berundak, dan dedaunan Parijotho yang digambar dengan stilisasi lembut, menggambarkan panorama alam Sleman yang elok dan menenangkan. Di antara bidang-bidang kosong, ia mengisi dengan isen-isen tradisional seperti cecek pitu, sawut, dan gringsing halus yang menambah tekstur serta memperkuat karakter klasik batik. Pola-pola kecil tersebut menjadi simbol dari ketekunan dan kesabaran masyarakat Jawa dalam menjaga nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Dari segi warna, Gadis Sleman menampilkan kombinasi ungu keunguan dan hijau alami sebagai representasi Parijotho, dipadu dengan cokelat sogan dan krem yang menghadirkan nuansa klasik batik Jawa. Sentuhan putih dan keemasan pada selendang dan wajah sang gadis memberikan aksen elegan dan suci, menonjolkan pesona perempuan Jawa yang lembut namun memiliki karakter kuat. Komposisi warna tersebut membuat karya ini tampak harmonis, seimbang, dan memiliki kedalaman visual yang menarik.

Secara filosofis, karya Gadis Sleman menjadi simbol perpaduan antara manusia, alam, dan budaya. Figur penari merepresentasikan semangat muda yang mengekspresikan diri dalam koridor tradisi, tanaman Parijotho menandakan kekayaan alam yang menjadi sumber kehidupan, sedangkan batik menjadi medium untuk menyampaikan kisah tentang ketekunan, keharmonisan, dan identitas daerah. Melalui karya ini, Khanifa Ina Oktaviani ingin menunjukkan bahwa Sleman bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sumber inspirasi budaya yang hidup dalam setiap guratan batik. Partisipasinya dalam lomba ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda MTsN 8 Sleman siap menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa dengan penuh semangat dan cinta. (adp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas