IHT MTsN 8 Sleman Hadirkan Pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta bersama Pengawas Madrasah Kemenag Sleman

Kemenag Sleman News (MTsN 8 Sleman) — MTsN 8 Sleman menyelenggarakan sesi khusus Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam rangkaian In House Training (IHT) pada Senin (10/11/2025) di Aula MTsN 8 Sleman. Sesi ini dipandu oleh Pengawas Madrasah Kemenag Sleman, Dra. Hj. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd., dan diikuti dengan antusias oleh seluruh guru.
Pada kesempatan tersebut, Ida Uswatun menegaskan bahwa KBC merupakan pendekatan yang memosisikan cinta sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran tidak hanya bertujuan menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter, kebahagiaan belajar, dan hubungan yang humanis antara guru dan siswa. “Cinta adalah energi utama dalam pendidikan. Bila guru mengajar dengan cinta, maka siswa akan belajar dengan bahagia. Itulah hakikat KBC, kurikulum yang menghidupkan suasana kelas, bukan sekadar memenuhi administrasi,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Hj. Ida Uswatun Hasanah memperkenalkan konsep dasar Kurikulum Berbasis Cinta melalui Panca Cinta, yaitu cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada bangsa serta negeri. Ia menjelaskan bahwa Panca Cinta menjadi ruh utama yang dapat diintegrasikan dalam tujuan pembelajaran, metode mengajar, interaksi kelas, hingga asesmen. Melalui pendekatan ini, pembelajaran diharapkan mampu menumbuhkan siswa yang spiritual, berempati, memiliki keingintahuan tinggi, peduli lingkungan, serta memiliki nasionalisme dan rasa tanggung jawab sebagai warga negara.
Setelah penyampaian materi, Ida Uswatun membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kerja untuk melakukan review dan penyusunan ulang modul ajar. Setiap kelompok diminta memastikan bahwa perangkat ajar yang mereka susun sesuai dengan karakter Pembelajaran Mendalam dan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Diskusi berlangsung aktif dan kolaboratif; para guru saling bertukar ide untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih empatik, humanis, dan bermakna.
Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., memberikan apresiasi atas semangat guru dalam mengikuti sesi ini. Ia menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar menjadi budaya yang dihidupkan di ruang-ruang kelas. “KBC bukan hanya konsep, tetapi jalan untuk membentuk madrasah yang penuh kasih dan saling menghargai. Semoga nilai Panca Cinta dapat diwujudkan dalam pembelajaran sehari-hari,” ujarnya.
Melalui sesi Kurikulum Berbasis Cinta ini, MTsN 8 Sleman semakin memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang hangat, penuh kasih, dan menumbuhkan karakter, sejalan dengan semangat Madrasah Mandiri Berprestasi. (idw)
