Sabtu, Februari 7, 2026
Berita Madrasah

Tingkatkan Kompetensi, Guru PJOK MTsN 8 Sleman Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan KBC

Kemenag Sleman News (MTsN 8 Sleman) — Tiga guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MTsN 8 Sleman yaitu Drs. Muhammad Jafron, Rahmanto Nugroho, S.Pd., dan Himawan Bayu Nugroho, S.Pd., mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK yang diselenggarakan di MTsN 2 Sleman pada Selasa (18/11/2025). Acara ini diikuti oleh guru PJOK dari berbagai MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan MGMP kali ini mengangkat materi mengenai Peningkatan Kompetensi Implementasi Pembelajaran Mendalam serta penguatan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Adapun narasumber utama adalah Asih Budiati, M.Sc., Pengawas Madrasah Kabupaten Sleman, yang memberikan pemaparan mendalam terkait strategi pembelajaran inovatif dan pendekatan humanis dalam pendidikan.

Dalam penyampaiannya, Asih Budiati menekankan bahwa guru PJOK memiliki peran penting dalam menanamkan nilai karakter melalui aktivitas fisik, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas. Ia juga mengajak guru untuk terus mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada keterampilan motorik, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter peserta didik.

Selain materi utama, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi dan berbagi praktik baik antar guru PJOK dari berbagai madrasah. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman, menyamakan persepsi, serta membahas berbagai pendekatan yang efektif untuk diterapkan di kelas.

Guru PJOK MTsN 8 Sleman, Drs. Muhammad Jafron, menyampaikan bahwa kegiatan MGMP ini memberikan wawasan baru bagi para pendidik. “Materi hari ini sangat relevan dengan kebutuhan madrasah dan perkembangan dunia pendidikan. Kami mendapatkan banyak inspirasi untuk memperkaya metode mengajar, terutama terkait Pembelajaran Mendalam yang mengutamakan pemahaman konsep dan nilai,” ujarnya.

Senada dengan itu, Rahmanto Nugroho, S.Pd., menilai bahwa konsep Kurikulum Berbasis Cinta sangat selaras dengan karakter pembelajaran PJOK. “KBC mengajarkan cinta kepada diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa. Semua nilai itu bisa kami masukkan dalam aktivitas olahraga. Kegiatan MGMP ini membantu kami merancang pembelajaran yang lebih bermakna,” ucap Rahmanto.

Sementara itu, Himawan Bayu Nugroho, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan MGMP seperti ini terus berlanjut. “Kami merasa terbantu dengan forum ini karena dapat memperkuat kompetensi dan meningkatkan kolaborasi antar guru PJOK. Semoga kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan dan semakin banyak memberikan manfaat,” ujar Himawan  Bayu.

Kegiatan MGMP ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan diterapkan oleh para guru di madrasah masing-masing. Kehadiran guru-guru dari MTsN 8 Sleman dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pembelajaran PJOK, sekaligus memperkuat komitmen madrasah dalam menerapkan pembelajaran yang humanis, mendalam, dan berorientasi pada penguatan karakter. (idw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas