Kamis, Januari 22, 2026
Berita KemenagHeadline

Sleman Jadi Penerima Kuota Tambahan Haji Terbesar di DIY

Kemenag Sleman News–Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Dokumen dan Kesehatan Haji bagi Jemaah Tambahan dan Jemaah Cadangan Estimasi Keberangkatan Tahun 1447 H/2026 M di Masjid Agung Dr. Wahidin Soedirohusodo, Kamis (27/11).

Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut atas penambahan kuota haji tahun 2026 sekaligus memastikan seluruh jemaah memahami alur persiapan dokumen, biometrik, dan pemeriksaan kesehatan sebelum pelunasan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan haji tahun 2026 memiliki sejumlah kebijakan baru yang perlu dipahami jemaah. Ia menegaskan bahwa berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, seluruh kewenangan pengaturan haji kini berada pada Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI.

InsyaAllah mulai tahun 2026 jemaah akan diberangkatkan melalui Bandara YIA. Donohudan sudah overload, sehingga YIA menjadi solusi terbaik dan lebih nyaman bagi jemaah kita,” jelas Nadhif.

Ia juga menambahkan bahwa Embarkasi YIA merupakan satu-satunya embarkasi di Indonesia yang menggunakan sistem berbasis hotel. Pola ini dinilai sangat menguntungkan karena memberikan edukasi sejak awal terkait penggunaan fasilitas hotel, yang akan banyak ditemui jemaah selama berada di Tanah Suci.

Ini kesempatan baik sebagai sarana edukasi. Jemaah akan jauh lebih familiar dengan fasilitas hotel sehingga perjalanan nanti menjadi lebih nyaman dan lancar,” imbuhnya.

Tahun 2026 juga menjadi tahun istimewa bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. DIY mendapatkan 600 kuota tambahan, dan Kabupaten Sleman menjadi penerima terbanyak dengan 292 kuota tambahan.

Bapak Ibu yang hadir di forum ini adalah jemaah yang masuk dalam kuota tambahan dan berhak melakukan pelunasan. Ini adalah berkah besar, mari kita syukuri dengan menyiapkan dokumen sebaik mungkin,” kata Nadhif dalam sambutannya.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan penjelasan lengkap mengenai proses paspor, rekam biometric melalui aplikasi Biovisa, serta ketentuan pemeriksaan kesehatan sesuai standar keberangkatan. Kemenag Sleman menekankan pentingnya kedisiplinan waktu karena proses administrasi haji tahun 2026 berlangsung lebih ketat dan terintegrasi sistem internasional.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para jemaah tambahan dan cadangan dapat memahami seluruh alur dan persyaratan secara menyeluruh, sehingga proses pelunasan dan pemberangkatan pada tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan tanpa kendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas