Pembinaan PPPK Sleman: Siap Kerja, Siap Ibadah

Kemenag Sleman News — Pembinaan PPPK Optimalisasi dan PPPK Paruh Waktu digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Jumat, 28 November 2025, di Aula Lantai 3. Sebanyak 56 peserta hadir, terdiri dari 23 PPPK Optimalisasi, 30 PPPK Paruh Waktu, serta 3 perwakilan Kanwil Kemenag DIY.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menekankan pentingnya etos kerja, kedisiplinan, dan kemampuan adaptasi bagi para PPPK yang baru bergabung. Ia menegaskan bahwa ASN dituntut untuk menyesuaikan diri secara cepat terhadap budaya kerja dan regulasi yang berlaku.
“Para PPPK harus segera menyesuaikan diri—baik performa, regulasi, maupun manajemen waktu. Ikuti arus, tapi jangan terbawa arus. Jangan membawa ‘virus’ yang tidak baik ke lingkungan ASN baru,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa orientasi utama seorang ASN seharusnya adalah ibadah.
“Bekerja itu niatnya ibadah. Kerja itu wajib, gaji itu bonus. Penuhi kewajiban terlebih dahulu, maka hak akan mengikuti,” tambahnya. Pesan ini disambut antusias oleh seluruh peserta.

Sebelumnya, Kasubbag TU Kemenag Sleman, H. Sangaji, SHI, membuka acara dengan menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan upaya penguatan kapasitas serta pemahaman regulasi bagi seluruh PPPK baru.
“Kegiatan ini memberikan pembinaan dan pemahaman tentang batasan, kewajiban, dan etika kerja agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Setelah sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan terkait informasi keuangan, hak dan kewajiban PPPK, serta mekanisme administrasi kepegawaian oleh unit terkait.
Melalui pembinaan ini, Kemenag Sleman berharap seluruh PPPK—baik optimalisasi maupun paruh waktu—mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan memahami peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama.
