Sabtu, Januari 24, 2026
Berita Madrasah

Kamad dan Guru BK MTsN 4 Sleman Ikuti Pembinaan Hukum Penanganan dan Pencegahan Pornografi

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – Upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan sehat terus diperkuat oleh Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Bidang Kepegawaian dan Hukum Kanwil Kemenag DIY menginisiasi kegiatan Pembinaan Hukum Pencegahan dan Penanganan Pornografi di Lingkungan Madrasah DIY, yang berlangsung di Aula MTsN 1 Yogyakarta, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Madrasah negeri dan guru Bimbingan Konseling se-DIY, termasuk Kepala MTsN 4 Sleman Harsoyo dan Guru BK, Rita Tiaswari.

Pornografi anak menjadi salah satu bentuk kejahatan serius yang terus menunjukkan tren peningkatan. Data dari Pusat Informasi Kriminal POLRI mencatat bahwa pada tahun 2023, sebanyak 17,5 persen anak di Indonesia telah terpapar pornografi, menjadikan Indonesia peringkat kedua kasus pornografi tertinggi di dunia. Kondisi ini mendorong semua pihak, termasuk lembaga pendidikan, untuk mengambil langkah preventif dan responsif dalam melindungi peserta didik dari bahaya yang mengancam masa depan mereka.

Kegiatan pembinaan ini dibuka oleh Kabag TU Kanwil Kemenag DIY, Abd. Suud. Dalam sambutannya, Abd. Suud menegaskan pentingnya peran satuan pendidikan dalam upaya pencegahan pornografi. “Letakkan pondasi agama yang kuat, lakukan pembimbingan intens oleh orang tua dan guru BK, serta ciptakan lingkungan yang kondusif. Saya berharap ada tindak lanjut yang efektif, preventif, dan kolaboratif di masing-masing madrasah,” ujarnya.

Materi inti pembinaan disampaikan oleh narasumber dari Dinas P3AP2KB Sleman, Nuratika Ulfa. Dalam paparannya, Nuratika Ulfa memaparkan berbagai substansi penting terkait kekerasan seksual, penyebab, serta langkah-langkah pencegahannya. Nuratika juga menekankan beberapa strategi yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah. “Pencegahan pornografi di madrasah dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu pembentukan satgas antipornografi, dukungan untuk keberadaan satgas, penyusunan SOP atau alur penanganan, dan memberikan edukasi kepada siswa,” jelasnya.

Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menyambut baik kegiatan ini, “Kami akan memperkuat edukasi tentang literasi digital dan bahaya pornografi kepada siswa. MTsN 4 Sleman siap menindaklanjuti arahan dengan menyusun langkah-langkah preventif yang nyata, termasuk sosialisasi dan penguatan pembinaan karakter,” tegasnya.

Di sisi lain, Guru BK MTsN 4 Sleman, Rita Tiaswari, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran konselor madrasah. “Guru BK berada pada posisi yang strategis untuk melakukan deteksi dini dan pendampingan bagi siswa. Setelah mengikuti pembinaan ini, saya semakin terdorong untuk memperkuat layanan konseling dan bekerja sama dengan orang tua dalam meminimalkan risiko paparan pornografi,” ungkapnya. (epr/rta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas