Kamis, Januari 29, 2026
Berita Madrasah

MAN 2 Sleman Laksanakan Sosialisasi Anti Radikalisme

Kemenag Sleman News (MAN 2 Sleman) – MAN 2 Sleman menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Radikalisme bagi seluruh peserta didik kelas XII sebagai bagian dari upaya penguatan moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan pencegahan paham radikal di lingkungan pendidikan. Sosialisasi Anti Radikalisme diselenggarakan pada Senin (8/12/2025) di Aula Bawah MAN 2 Sleman. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Satgas Wilayah DIY Densus 88 AT Polri yaitu Bapak Umar yang secara langsung memberikan materi ke murid.

Kegiatan dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan tujuan membekali peserta didik pemahaman yang benar mengenai bahaya radikalisme, pola penyebarannya, serta langkah-langkah pencegahannya. Sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen MAN 2 Sleman dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan menumbuhkan karakter pelajar yang berwawasan kebangsaan.

Kegiatan dibuka dengan membaca surat Al Fatihah dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Rohmania siswa kelas XII MAN 2 Sleman. Agar kegiatan berjalan dengan lancar tak lupa do’a dipanjatkan oleh Edi Purwanto, S.Pd.

Sebelum pemaparan dari narasumber terlebih dahulu Kepala MAN 2 Sleman Drs. H. Wiranto Prasetyahadi memberikan pesan kepada semua peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti sosialisasi ini. Bapak berharap jangan sampai terjadi intoleransi di madrasah ini. Jaga madrasah ini bersama agar tetap aman, baik, nyaman, dan tanpa paparan radikalisme. Selain itu murid harus memakai sosmed secara bijak, belajar agama harus dari sumber yang kredibel. Terwujudnya Indonesia emas ada ditangan kalian. Semoga murid MAN 2 Sleman ini menjadi murid yang alim alimah, dan beraklaqul karimah,” Ujarnya lalu membuka sosialisasi ini.

Dalam pemaparannya, Bapak Umar menjelaskan bahwa radikalisme dapat menyasar berbagai kelompok, termasuk pelajar, melalui berbagai media, baik digital maupun pergaulan sehari-hari. Peserta didik diajak untuk memahami bentuk-bentuk ajakan yang mengarah pada tindakan intoleran, anti-kebinekaan, hingga potensi kekerasan berbasis ideologi. Selain itu, beliau menekankan pentingnya kehati-hatian dalam bermedia sosial,  sikap kritis terhadap informasi di media sosial, serta kewaspadaan terhadap upaya perekrutan terselubung yang seringkali menyasar generasi muda.

Organisasi Radikal yang masih aktif saat ini adalah JI, JAD, dan NII. Hati-hati dalam bermedsos terutama konten yang bermuatan perang ISIS. Organisasi tersebut bergerilnya di media sosial untuk selanjutnya pengikut konten tersebut akan dimintai nomor Whatsapp dan dimasukan ke WhatsaApp Group untuk selanjutnya di doktrin perlahan dengan pamaparan ideologi mereka. Media sosial memunculkan banyak lonewolf (pelaku teror tunggal),

Bapak Umar juga memberikan gambar beberapa aksi teror yang dilakukan oleh para remaja. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa siswa antusias mengajukan pertanyaan. Satgas Wilayah DIY Densus 88 AT Polri fokus pada pencegahan dan rehabilitasi jadi jika ada tanda-tanda radikalisme jangan takut untuk melaporkan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta didik kelas XII. Melalui sosialisasi ini, MAN 2 Sleman berharap dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta mendukung terciptanya generasi muda yang toleran dan berkarakter kebangsaan yang kuat. Acara ditutup dengan pemberian bingkisan oleh narasumber kepada para penanya dan foto bersama. (fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas