Kamis, Januari 29, 2026
Berita Madrasah

Studi Budaya ke Bali: MAN 2 Sleman Apresiasi Seni dan Tradisi Nusantara

Kemenag Sleman News (MAN 2 Sleman) –MAN 2 Sleman melaksanakan kegiatan studi budaya ke Pulau Bali pada tanggal 3-7 Desember 2025 sebagai bagian dari program penguatan profil pelajar berkarakter, berwawasan kebudayaan, dan berfikiran global. Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas XI dengan pendampingan guru. Kegiatan studi budaya ini merupakan inisiasi dari murid kelas XI yang disampaikan kepada madrasah melalui MPS (Majelis Permusyawaratan Siswa) MAN 2 Sleman.

Selama lima hari, peserta studi budaya mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi, seni, dan kehidupan masyarakat Bali. Rangkaian kunjungan edukatif disusun untuk memberikan pengalaman langsung tentang keberagaman budaya Nusantara.

Salah satu agenda utama adalah mengunjungi Tampak Siring, termasuk kawasan Istana Kepresidenan Tampak Siring. Kunjangan di Istana Kepresidenan Tampak Siring fokus pada sejarah, seni, dan budaya Indonesia terutama Bali melalui koleksi museum (lukisan, patung, furniture) keindahan arsitektur Bali. Ada juga penanaman nilai-nilai budaya dan alam melalui taman yang berisi flora dan fauna langka seperti cemara leci, rusa tutul, dan jalak bali.

Para peserta tampak antusias saat pemandu menjelaskan sejarah, arsitektur, hingga simbol-simbol budaya yang terdapat di kawasan tersebut. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pemahaman lintas budaya.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Pantai Melasti, salah satu destinasi edukasi budaya yang menyuguhkan pertunjukan seni khas Bali dan keindahan alam pantai. Pada kesempatan ini, murid menyaksikan secara langsung Tari Kecak, lengkap dengan alur cerita, makna simbolik, dan nilai filosofis di baliknya.

Melalui pertunjukan Tari Kecak murid MAN 2 Sleman mempelajari bahwa Tari Kecak menggambarkan kisah Ramayana dengan iringan vokal unik “cak-cak-cak”. Perjalanan dilanjutkan ke Batubalan untuk melihat pertunjukan seni Tari Barong dan Keris melambangkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Pengalaman ini memberikan wawasan konkret mengenai keberagaman seni pertunjukan Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Kepala MAN 2 Sleman Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd.  menyampaikan bahwa studi budaya ini tidak hanya bertujuan untuk rekreasi, tetapi juga menekankan aspek pembelajaran kontekstual di luar kelas.

“Kami ingin para murid memahami bahwa keberagaman budaya adalah kekayaan bangsa. Melalui pengalaman langsung, mereka diharapkan semakin menghargai perbedaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Selain itu peserta juga mengunjungi Desa Wisata Panglipuran, Danau Bedugul, dan Pantai Peninsula. Kegiatan ini berjalan lancar dan tertib berkat koordinasi antara pihak madrasah, orang tua, serta mitra perjalanan. Para peserta kembali ke Sleman pada tanggal 7 Desember 2025 dengan membawa pengalaman berharga dan wawasan baru tentang budaya Nusantara untuk selanjutnya murid secara berkelompok menuliskan hasil penelitiannya sesuai tema yang sudah ditentukan. (fah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas