Selasa, Januari 27, 2026
Berita Madrasah

Workshop KMA 1503 Tahun 2025 di MTsN 1 Sleman Bahas Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kemenag Sleman News (MTsN 1 Sleman) – MTsN 1 Sleman menggelar workshop Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) 1503 Tahun 2025 pada Senin (8/12/2025) di ruang aula madrasah. Kegiatan ini menghadirkan Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., yang merupakan Ketua Tim Pengembangan Teknologi Pembelajaran Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai narasumber utama, dengan peserta seluruh guru MTsN 1 Sleman.

Workshop ini berfokus pada pendalaman implementasi kurikulum berbasis cinta sebagai fondasi pembelajaran mendalam. Sebagai madrasah penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri, MTsN 1 Sleman dituntut mampu mengintegrasikan Panca Cinta ke dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

Dalam pemaparan materi, Hj. Anita menjelaskan ringkasan pokok KMA 1503 Tahun 2025 yang meliputi penguatan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta penajaman proses penilaian dan asesmen yang lebih autentik. Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas pembelajaran harus berpijak pada nilai Panca Cinta: Cinta kepada Tuhan dan Rasul-Nya, Conta kepada Diri dan Sesama, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan dan Cinta kepada Tanah Air.

β€œBerhasil atau tidaknya pembelajaran, sangat bergantung pada bagaimana guru mengolah pembelajaran tersebut. Guru adalah kunci yang menentukan hidupnya sebuah proses belajar,” tegasnya di hadapan peserta.

Kepala MTsN 1 Sleman, H. Sutarjo, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya memberikan pesan agar seluruh guru dapat mengimplementasikan hasil workshop secara nyata di kelas. Ia menekankan bahwa transformasi pembelajaran hanya akan terwujud apabila nilai-nilai yang dipelajari hari ini benar-benar diterapkan dalam praktik.

Dengan terselenggaranya workshop ini, MTsN 1 Sleman berharap seluruh pendidik semakin siap menjalankan kurikulum berbasis cinta secara komprehensif, sehingga mampu mewujudkan pembelajaran yang lebih relevan, bermakna, dan berkarakter bagi peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

β™Ώ Aksesibilitas