Rabu, Januari 14, 2026
Berita KemenagHeadline

Jagakembang Derma 3, Kakankemenag Sleman Dorong Harmoni Lintas Iman di Kapanewon Depok

Kemenag Sleman News — Upaya penguatan moderasi beragama terus menjadi komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Menteri Agama RI. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jagakembang Derma 3 yang digelar di KUA Depok, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog lintas iman yang menghadirkan Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif, Kepala KUA Depok beserta seluruh pegawai, Ketua MUI Kabupaten Sleman, serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, MTA, LDII, tokoh lintas agama, hingga generasi muda lintas iman se-Kapanewon Depok.

Kepala KUA Depok, Abu Hanifah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa Jagakembang Derma menjadi wadah strategis untuk merawat kebersamaan dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Semoga dialog ini memberi manfaat nyata dalam menguatkan sinergi dan kolaborasi menjaga harmoni kehidupan beragama di Depok khususnya, dan masyarakat secara luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif menekankan bahwa Jagakembang Derma bukan sekadar forum diskusi, melainkan gerakan inspiratif untuk mewujudkan kapanewon yang rukun, harmonis, dan inklusif. Ia juga mengapresiasi kuatnya budaya toleransi dan kerukunan yang telah tumbuh di tengah masyarakat Depok.

“Kerukunan yang sudah terawat dengan baik ini harus terus kita jaga dan rawat bersama,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dibahas tiga tema utama yang saling berkelindan dengan arah kebijakan strategis Kementerian Agama. Pertama, Moderasi Beragama sebagai fondasi kemajuan bangsa. H. Nadhif menegaskan bahwa negara maju tidak hanya ditopang oleh pendapatan per kapita dan kualitas pendidikan yang tinggi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persatuan dan mencegah disintegrasi. Di sinilah peran Kemenag hadir menjaga kebinekaan melalui moderasi beragama.

Tema kedua adalah Ekoteologi, yang menekankan pentingnya merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan. Menurutnya, kecintaan terhadap lingkungan akan berdampak besar bagi kemaslahatan hidup manusia secara berkelanjutan.

Adapun tema ketiga, Sleman Religi, menjadi harapan bersama agar nilai-nilai kerukunan dan religiusitas dapat terwujud nyata dalam kehidupan sosial masyarakat secara luas.

Melalui Jagakembang Derma 3, Kemenag Sleman meneguhkan perannya sebagai perekat umat dan motor penggerak harmoni sosial, sejalan dengan Asta Protas Menag RI dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.(isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas