Rabu, Januari 7, 2026
Berita KemenagHeadline

Pacing Grade Guru Madrasah 2023, Kemenag Sleman Perkuat Amunisi Pendidik

Kemenag Sleman News— Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat kualitas dan ketersediaan guru madrasah melalui Forum Pacing Grade Guru Madrasah Tahun 2023. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan peran guru sekaligus konsolidasi bersama dalam menjawab tantangan dunia pendidikan madrasah.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi kepada Seksi Pendidikan Madrasah dan para guru peserta Pacing Grade. Ia menegaskan bahwa keberadaan madrasah negeri tidak terlepas dari peran historis madrasah swasta yang lebih dahulu tumbuh dan menjadi fondasi pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
“Madrasah negeri ada karena madrasah swasta. Secara sejarah, madrasah swasta menjadi pilar utama pendidikan Islam di masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Nadhif juga mengucapkan selamat kepada 11 guru Kemenag Sleman yang berhasil mengikuti Program Pacing Grade 2023 dan berproses dari CPPPK menjadi PPPK. Menurutnya, capaian ini patut disyukuri karena mampu menambah kekuatan sumber daya guru di tengah kondisi kekurangan pendidik madrasah.
“Program ini menjadi amunisi penting bagi Kemenag Sleman, apalagi saat ini banyak guru yang telah purna tugas namun masih mengabdi demi keberlangsungan madrasah,” jelasnya.

Nadhif menegaskan bahwa Kementerian Agama merupakan instansi vertikal yang bertugas melaksanakan kebijakan pemerintah pusat. Oleh karena itu, Kemenag Sleman berada pada posisi sebagai pelaksana kebijakan, bukan pembuat regulasi. Ia juga mendorong madrasah untuk memperkuat komunikasi dengan komite madrasah sebagai ikhtiar bersama mencari solusi terbaik pasca dihentikannya program guru honorer.

Menutup arahannya, Nadhif berpesan agar para guru peserta Pacing Grade terus mengawal proses pengangkatan menjadi PPPK serta tetap menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap program ini memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi peningkatan profesionalitas guru, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.
“Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari penguatan layanan pendidikan keagamaan di Kabupaten Sleman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas