Upacara HAB ke-80 Jadi Momentum Apresiasi Satyalancana dan Penguatan Layanan Kemenag Sleman

Kemenag Sleman News — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di halaman kantor setempat, Sabtu (3/1/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan tertib serta menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen pengabdian Kemenag Sleman dalam melayani umat dan masyarakat.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Sleman, H. Sangaji, memimpin jalannya upacara yang diikuti para pejabat struktural dari unsur Kepala Seksi dan Penyelenggara, seluruh pegawai bawah atap, serta para pegawai dan guru penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dan purna tugas. Pada kesempatan tersebut, penghargaan diberikan kepada 9 ASN dengan masa pengabdian 30 tahun, 18 ASN masa pengabdian 20 tahun, 27 ASN masa pengabdian 10 tahun, serta 2 pegawai purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas pengabdian.
Dalam amanatnya, H. Sangaji membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum penguatan komitmen menjaga kerukunan umat sebagai energi kebangsaan. Kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sinergi produktif yang merajut perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif demi terwujudnya Indonesia yang damai dan maju.
Menegaskan pesan tersebut, H. Sangaji menyampaikan bahwa jajaran Kemenag Sleman berkomitmen menjadikan peringatan HAB sebagai penguat semangat pengabdian.
“Hari Amal Bakti bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum evaluasi dan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat. Seluruh ASN Kemenag Sleman harus mampu bekerja profesional, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan hal itu, Kemenag Sleman meneguhkan perannya sebagai garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama, meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan, serta mendorong transformasi layanan yang semakin inklusif, responsif, dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan sinergi lintas sektor, optimalisasi transformasi digital, serta pelayanan keagamaan yang humanis di Kabupaten Sleman.
Selain itu, pesan Menteri Agama terkait pentingnya transformasi dan adaptasi teknologi menjadi penguat tekad seluruh jajaran Kemenag Sleman untuk terus meningkatkan profesionalitas, integritas, dan mutu layanan publik yang berkeadilan.(isa)
