Rabu, Januari 21, 2026
Berita Madrasah

MAN 3 Sleman Laksanakan Upacara Terintegrasi HAB ke-80 Kementerian Agama RI

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) — Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2026 dilaksanakan pada Sabtu (3/1/2026). Upacara ini berlangsung secara terintegrasi dengan melibatkan tiga lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Sleman, yaitu MIN 1 Sleman, MTsN 6 Sleman, dan MAN 3 Sleman.

Kegiatan upacara diikuti oleh lebih dari 200 guru dan pegawai madrasah, yang bersama-sama mengikuti rangkaian acara dengan khidmat sebagai wujud rasa syukur dan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Petugas upacara merupakan kolaborasi bapak ibu guru dari ketiga madrasah.

HAB ke-80 Kementerian Agama mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan menjadi energi kebangsaan yang mampu mendorong sinergi produktif. Perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dipandang sebagai kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.

Dalam amanat yang dibacakan Singgih Sampurno, Kepala MAN 3 Sleman ditegaskan pula bahwa kehadiran Kementerian Agama merupakan kebutuhan nyata bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Para pendiri Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berperan aktif dalam membina kehidupan keagamaan yang damai serta membuka jalan bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.

“Di bidang pendidikan, Kementerian Agama terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan. Berbagai inovasi kurikulum serta penguatan sarana dan prasarana telah menjadikan institusi pendidikan Kementerian Agama tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua, bahkan mampu bersaing dan melampaui standar pendidikan lainnya,” tulis Menteri Agama RI.

Sejalan dengan tema HAB ke-80, seluruh peserta upacara diajak untuk menyatukan tekad dengan fondasi kerukunan yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika. Dengan semangat tersebut, Kementerian Agama optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat. (mia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas