MTsN 8 Sleman Raih Juara I Lomba Batik dan Kreasi Busana DWP Kanwil Kemenag DIY

Kemenag Sleman News (MTsN 8 Sleman) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 8 Sleman. Madrasah ini berhasil meraih Juara I Lomba Batik dan Kreasi Busana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta untuk kategori busana formal. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia pada Sabtu (03/01/2026).
Penyerahan piala berlangsung di gedubg Kantor Kanwil Kemenag DIY lama, Halaman Gedung Bintaran No 9 Pakualaman, Yogyakarta dan diserahkan langsung oleh Ibu Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Hj. Maya Suhasni Siregar, S.H., didampingi Ketua DWP Kanwil Kemenag DIY, Dr. Hj. Ening Herniti Ahmad Bahiej, M.Hum. Prestasi ini disambut antusias oleh seluruh keluarga besar MTsN 8 Sleman sebagai buah dari proses panjang pembelajaran dan pendampingan kreatif siswa.
Keberhasilan tersebut berawal dari keikutsertaan MTsN 8 Sleman dalam Lomba Batik dan Kreasi Busana yang diselenggarakan DWP Kanwil Kemenag DIY pada Rabu (24/12/2025) di MAN 2 Kulonprogo. Lomba diikuti perwakilan dari Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta dengan menampilkan karya busana batik kombinasi untuk kategori formal, kasual, dan pesta.
Dalam ajang tersebut, MTsN 8 Sleman menampilkan karya unggulan “Batik Windhu Ananta”, busana formal berbahan batik ciprat kombinasi jumputan hasil karya siswa. Secara filosofis, Windhu bermakna delapan yang melambangkan identitas MTsN 8 Sleman sekaligus nilai keseimbangan, keselarasan, dan kesinambungan. Sementara Ananta berarti tak terbatas, mencerminkan kreativitas dan semangat siswa untuk terus berkarya tanpa batas.
Busana Batik Windhu Ananta diperagakan dengan penuh percaya diri oleh Morrisa Randy, siswi kelas IX C, yang tampil elegan dan berkarakter. Penampilannya dinilai mampu menyampaikan pesan filosofis busana secara kuat, sehingga berhasil menarik perhatian dewan juri dan tamu undangan.
Desain busana memadukan motif lurik, jumputan, dan ciprat dengan komposisi warna cerah dominasi merah yang memberikan kesan berani, dinamis, sekaligus elegan sebagai busana formal. Sebelum penampilan fashion show, panitia juga memutar video proses pembuatan batik yang menampilkan tahapan kreativitas siswa sejak perencanaan motif hingga menjadi busana siap tampil.
Guru batik MTsN 8 Sleman, Anita Dwi Astuti, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Prestasi ini adalah hasil dari proses panjang pembelajaran, ketekunan, dan keberanian siswa dalam mengekspresikan ide. Kami selalu mendorong siswa untuk tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memahami makna dan filosofi di balik setiap motif batik yang mereka ciptakan,” ujar Anita.
Hal senada disampaikan oleh guru batik lainnya, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd. “Anak-anak terlibat langsung sejak awal, mulai dari merancang motif, proses membatik, hingga mempresentasikan karya dalam bentuk busana. Juara ini menjadi bukti bahwa proses belajar yang konsisten dan kolaboratif dapat menghasilkan karya yang diakui kualitasnya,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DWP Kanwil Kemenag DIY, Dr. Hj. Ening Herniti Ahmad Bahiej, M.Hum., juga telah memberikan apresiasi khusus terhadap karya MTsN 8 Sleman yang dinilainya memukau dari segi desain, filosofi, serta keberanian memadukan motif dan warna. Bahkan, beliau menyampaikan ketertarikannya untuk memiliki kain batik khas MTsN 8 Sleman sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas siswa madrasah.
Keberhasilan meraih Juara I ini menjadi kebanggaan bagi seluruh warga MTsN 8 Sleman sekaligus menegaskan komitmen madrasah dalam mengembangkan bakat, kreativitas, dan pembelajaran berbasis budaya. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama madrasah di tingkat yang lebih luas. (idw)
