Bimwin KUA Ngaglik Bekali 17 Pasang Catin Menuju Keluarga Sakinah dan Tangguh

Kemenag Sleman News – Kantor Urusan Agama (KUA) Ngaglik menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin di Aula KUA Ngaglik, Senin (5/1/2025).
Kegiatan ini diikuti 17 pasang atau 34 peserta calon pengantin dari wilayah Kapanewon Ngaglik sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan berdaya saing sejak awal pernikahan.
Bimwin menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni dari KUA Ngaglik, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta Puskesmas Ngaglik I. Sinergi ini menjadi wujud nyata penguatan layanan keagamaan yang berdampak, sejalan dengan nilai Asta Protas Kementerian Agama RI dalam membangun ketahanan keluarga dan kualitas kehidupan umat.
Kepala KUA Ngaglik, Handoyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus selamat datang kepada seluruh peserta.
βKami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi yang disampaikan para narasumber merupakan bekal berharga untuk membangun rumah tangga yang harmonis, tangguh, dan penuh tanggung jawab,β ujar Handoyo.
Sementara itu, Masrophin selaku narasumber dari KUA Ngaglik menekankan bahwa Bimbingan Perkawinan harus dimaknai secara substantif dan aplikatif.
βBimwin ini tidak sekadar seremonial, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah akad nikah, problematika rumah tangga sering kali mulai muncul. Ini bukan sekadar ungkapan, melainkan realitas yang perlu dipahami secara utuh oleh pasangan pengantin,β ungkapnya.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi. Diperlukan kesiapan menghadapi dinamika dan tantangan yang mungkin sebelumnya belum pernah dialami.
Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman lima pilar Keluarga Sakinah sebagai pondasi awal dalam membangun rumah tangga yang sehat dan berkelanjutan.
Dari aspek kesehatan, pemateri Puskesmas Ngaglik 2, Sri Mujianto, menyampaikan materi terkait kesehatan reproduksi, pencegahan infertilitas, serta tutorial pengisian layanan layak hamil. Materi ini menjadi penguatan penting agar calon pengantin memiliki kesiapan fisik dan pengetahuan kesehatan sejak sebelum menikah.
Sementara itu, narasumber dari PLKB, Tafwidiati Abidah, mengupas tentang penggunaan aplikasi Elsimil serta pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak sebagai bagian dari dukungan terhadap program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Melalui Bimbingan Perkawinan ini, KUA Ngaglik berharap lahir keluarga-keluarga baru yang tidak hanya sah secara agama dan negara, tetapi juga memiliki ketahanan moral, spiritual, dan sosial. (isa)
