MTsN 8 Sleman Raih Juara I Batik Kanwil DIY, Pimpinan Kemenag Sleman Beri Apresiasi

Kemenag Sleman News (Kemenag Sleman) — Prestasi yang diraih oleh perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam ajang Lomba Batik dan Kreasi Busana DWP Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta pada (23/12/2025) mendapatkan apresiasi luas dari jajaran pimpinan Kementerian Agama, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas capaian seluruh perwakilan Sleman yang berhasil meraih juara di masing-masing kategori lomba. Ia menilai prestasi tersebut merupakan buah dari sinergi yang kuat antara madrasah, guru pembimbing, siswa, serta dukungan penuh Dharma Wanita Persatuan.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama Kemenag Sleman, tetapi juga menunjukkan bahwa madrasah mampu menjadi ruang tumbuh kreativitas dan inovasi berbasis budaya. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan penguatan karakter, pelestarian budaya, serta pengembangan potensi peserta didik di lingkungan madrasah.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua DWP Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Hj. Ultafiyah Nadhif, S.E. Ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian seluruh perwakilan Sleman yang mampu menorehkan prestasi. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi madrasah lain untuk terus mendorong siswa berkarya dan percaya diri menampilkan potensi terbaiknya.
Dukungan dan apresiasi turut datang dari mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si. Ia menilai prestasi ini mencerminkan keberhasilan pembinaan madrasah yang berkelanjutan serta menunjukkan bahwa pendidikan madrasah mampu mengintegrasikan nilai budaya, kreativitas, dan pembelajaran karakter secara seimbang.
Hal senada juga disampaikan oleh Sri Wulandari Sidik Pramono, S.E., M.M., yang mengapresiasi peran madrasah dan Dharma Wanita Persatuan dalam membuka ruang ekspresi kreatif bagi siswa. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sebagai pembelajaran kontekstual yang bermakna.
Di balik keberhasilan MTsN 8 Sleman meraih Juara I Kategori Busana Formal, peran guru batik menjadi bagian penting dari proses pencapaian tersebut. Anita Dwi Astuti, S.Pd., guru batik sekaligus koordinator lomba DWP Kemenag Sleman, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan oleh para pimpinan Kementerian Agama. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas perhatian serta apresiasi dari pimpinan Kemenag. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami para guru untuk terus membimbing siswa berkarya, tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa,” ujar Anita.
Sementara itu, Rochmad Rapih Raharjo, S.Pd., guru batik MTsN 8 Sleman lainnya, menambahkan bahwa proses kreatif siswa menjadi nilai utama dalam lomba ini. “Anak-anak terlibat langsung mulai dari perencanaan motif, proses membatik, hingga penyajian busana. Prestasi ini adalah hasil kerja keras mereka, dan kami berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter percaya diri serta semangat berkarya tanpa batas,” tuturnya.
Capaian prestasi perwakilan DWP Kemenag Sleman dalam ajang Lomba Batik dan Kreasi Busana DWP Kanwil Kemenag DIY ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara pimpinan, madrasah, guru, siswa, dan Dharma Wanita Persatuan mampu melahirkan karya-karya unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga sarat nilai budaya dan pendidikan karakter. (idw)
