Buka IHT KMA 1503, Kakankemenag Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

Kemenag Sleman News — Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2MI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan In House Training (IHT) Implementasi KMA Nomor 1503 tentang Kurikulum Madrasah Fase A, B, dan C. Kegiatan ini dipusatkan di MI Darul Ulum Sinar Melati Bulus II, Selasa (6/1/2026)
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, para pengawas madrasah, serta diikuti 147 guru dan kepala MI se-Kabupaten Sleman.
Ketua K2MI Sleman, Susetya, menyampaikan bahwa IHT ini dilaksanakan selama tiga hari, 6–8 Januari 2026, dengan pembagian peserta sesuai jenjang kelas. Ia menegaskan kegiatan ini bertujuan menyikapi perubahan kebijakan kurikulum melalui KMA 1503 sekaligus memperkuat sinergi guru madrasah.
“Selain menyamakan pemahaman implementasi KMA 1503, kegiatan ini juga menjadi langkah awal pembentukan kepengurusan KKG Madrasah Ibtidaiyah di Sleman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, saat membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan penguatan tentang pentingnya kurikulum berbasis cinta sebagai fondasi pendidikan madrasah ke depan. Ia menekankan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kurikulum berbasis cinta harus kita wujudkan bersama, mulai dari cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama, cinta tanah air, hingga cinta terhadap alam dan lingkungan. Mari kita sukseskan program eko-teologi dan program-program berdampak, karena cinta akan melahirkan dampak yang luar biasa,” tutur Nadhif.

Ia berharap melalui kegiatan IHT ini, para pendidik madrasah semakin siap mengimplementasikan kebijakan kurikulum baru secara utuh dan bermakna.
“Kita sedang mempersiapkan generasi unggul 2045. Semoga melalui kegiatan seperti ini, komitmen dan kapasitas kita semakin menguat, sehingga cita-cita besar tersebut dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
Kegiatan IHT Implementasi KMA 1503 ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi bagi para pendidik madrasah, guna memastikan transformasi kurikulum berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.(isa)
