MAN 3 Sleman Gelar Sosialisasi Program Layanan Belajar Cepat Istimewa (LBCI)

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) — MAN 3 Sleman menyelenggarakan sosialisasi program Layanan Belajar Cepat Istimewa (LBCI) pada Senin (5/1/2026), bertempat di Ruang AVA MAN 3 Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 24 siswa secara luring (offline) serta puluhan wali murid secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6429 Tahun 2020 tentang penunjukan MAN 3 Sleman sebagai madrasah penyelenggara layanan Sistem Kredit Semester (SKS). Dalam pelaksanaannya, MAN 3 Sleman membuka dua layanan pembelajaran, yaitu layanan SKS 3 tahun dan layanan SKS 2 tahun yang memungkinkan peserta didik menyelesaikan pendidikan lebih cepat.
Adapun tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk mengoptimalkan potensi akademik peserta didik, mewujudkan efisiensi masa studi, serta mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Calon peserta program LBCI diseleksi melalui tes skor IQ dan berbagai persyaratan lainnya. Siswa yang hadir dalam kegiatan ini merupakan putra-putri dengan hasil belajar signifikan, memiliki ketahanan belajar yang baik, termasuk dalam aspek literasi digital, sehingga dinilai siap mengikuti layanan SKS 2 tahun.

Dalam program LBCI, peserta didik diwajibkan untuk menyelesaikan tugas akhir berupa karya tulis ilmiah yang pada tahap akhir akan dipresentasikan sebagai bagian dari evaluasi akademik. Sejak tahun 2023, MAN 3 Sleman telah berhasil melahirkan 54 siswa lintas generasi melalui program ini.
Pihak madrasah menegaskan bahwa keberhasilan program LBCI tidak terlepas dari dukungan dan peran aktif orang tua. “Diperlukan kolaborasi yang kuat antara peserta didik dan wali murid dalam menjaga komitmen, kedisiplinan, serta konsistensi selama mengikuti program LBCI ini,” terang Nurudin Mahmud, Waka kurikulum.
Melalui sosialisasi ini, MAN 3 Sleman berharap Program LBCI dapat terus berjalan optimal sebagai salah satu upaya strategis dalam mengembangkan layanan pendidikan yang adaptif, unggul, dan berorientasi pada kebutuhan serta potensi peserta didik. (mia)
