Kamis, Januari 22, 2026
Berita Madrasah

Bentuk Silaturahmi : MTsN 7 Sleman Tradisikan Budaya “Jagong Bayi”

Kemenag Sleman News (MTsN 7 Sleman) – Momen kelahiran bayi adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua. Kelahiran sang buah hati tentu menjadi kado terindah dari perjuangan seorang ibu yang telah mengandungnya selama sembilan bulan. 
Salah satu bentuk silaturrahmi yang sudah berjalan di MTsN 7 Sleman adalah kegiatan “Jagong Bayi”. “Jagong Bayi” artinya melihat atau menjenguk bayi/anak yang dilahirkan. Kali ini salah satu guru MTsN 8 Sleman yang baru saja melahirkan adalah Nuraini Jatiwi Putri, S.Pd., guru BK. Sebagai wujud rasa syukurnya atas kelahiran putri pertamanya tersebut, beliau mengundang seluruh guru dan pegawai ke rumahnya di Josari RT.01/RW.05, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jum’at (02/01/2026).

Kepala Madrasah, Samsul Arifin, S.Ag. mengucapkan selamat  kepada Ibu Jati sekeluarga atas kelahiran putra keduanya yang diberi nama Sanggafi Albara Putra. “Saya mewakili keluarga besar MTsN 7 Sleman juga ikut berbahagia dengan tambahnya keluarga baru,”ujarnya. Beliau juga mendoakan, “Semoga putranya Bu Jati menjadi anak yang sholih, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, bangsa, dan negara.”ungkap Samsul Arifin.

Samsul Arifin, S.Ag. menjelaskan bahwa kegiatan jagong bayi tersebut memang sudah menjadi tradisi dari madrasah yang hingga kini masih terus dilakukan warga MTsN 7 Sleman.    “Para guru dan pegawai kami ajak untuk menjenguk kelahiran bayi dari salah satu guru dan merasakan kegembiraan sebuah keluarga yang memiliki anggota baru di dalam rumahnya,” tambah Samsul Arifin.   

Kegiatan jagong bayi dilakukan dengan penuh keceriaan dan kehangatan. Ibu-ibu berbincang-bincang terkait pengalaman mereka ketika melahirkan. Mereka juga memberikan tips dan trik yang bermanfaat kepada ibu yang akan menambah momongan atau yang akan menikah. Perbincangan ini semakin seru, lucu, dan menarik.

Di akhir acara, Gading  Setia Budi selaku Suami Bu Jati mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu guru pegawai dan terima kasih juga atas doa yang diberikan kepada putranya. Tidak lupa juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menyediakan tempat, hidangan, dan lain-lainnya kurang berkenan di hati bapak ibu guru pegawai semua. “Semoga bapak ibu guru pegawai selamat sampai di rumah masing-masing,” ujar Gading. (rdt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas