Sabtu, Januari 24, 2026
Berita Madrasah

Guru Madrasah Bahagia Wujudkan Implementasi KMA 1503 pada Fase C

Kemenag Sleman News (MIN 2 Sleman)— Guru- Guru Fase C kelas 5 dan kelas 6 MIN 2 Sleman  sukses mengikuti  In House Training (IHT) Implementasi KMA 1503 bersama seluruh guru madrasah ibtidaiyah  fase C se-kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan di aula  MI Darul Ulum Sinar Melati, Kamis 8/01/2026.

Bertajuk “Guru Madrasah Bahagia”, IHT difokuskan pada pemahaman dan praktik baik implementasi KMA 1503 Tahun 2024, dengan insersi  8 Profil Dimensi Lulusan, 7 Karakter Anak Indonesia Hebat (KAIH), serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai upaya penguatan transformasi pembelajaran yang berorientasi pada murid dan berbasis nilai cinta.

Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah ( K3 MI ) kabupaten Sleman Susetya,S.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru yang bahagia akan melahirkan pembelajaran yang bermakna.

“Implementasi KMA 1503 tidak hanya soal administrasi, tetapi bagaimana menghadirkan pembelajaran yang memerdekakan, penuh cinta, dan membentuk karakter unggul peserta didik,” ungkapnya.

Selama kegiatan, guru didampingi Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Peserta dibekali pemahaman tentang integrasi 8 Profil Dimensi Lulusan beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif, sehat, dan berakhlak mulia ke dalam modul ajar Fase C. Selain itu, peserta juga mendalami strategi penguatan 7 KAIH, yaitu religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, percaya diri, dan cinta tanah air melalui pembelajaran kontekstual dikaitkan dalam sintaks model pembelajaran dan strategi pembelajaran disesuaikan dengan karakter  mata pelajaran dan materinya.

Konsep Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu poin utama dalam IHT ini, dengan menekankan cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, dan ilmu pengetahuan. Guru diajak merancang pembelajaran yang ramah anak, menyenangkan, inklusif, serta membangun relasi positif antara guru dan murid.

Kegiatan IHT berlangsung interaktif melalui diskusi, refleksi praktik pembelajaran, dan penyusunan rencana tindak lanjut. Para guru tampak antusias karena materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.

Melalui IHT ini, diharapkan guru Fase C mampu mengimplementasikan KMA 1503 secara optimal, sehingga terwujud guru madrasah yang bahagia, pembelajaran yang bermakna, serta lulusan madrasah yang berkarakter unggul, berdaya saing, membangun iman dan ilmu serta  berlandaskan cinta.

Tri Wahyuni,S.Pd Pengawas Madrasah mengajak para guru madrasah untuk merenungi kembali makna dari membersamai murid dalam perjalanan belajar mereka.

“Metode lebih penting dari materi, pendidik lebih penting dari metoda. jiwa seorang pendidik lebih penting dari pendidik itu sendiri “. ( JJ )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas