KUA Ngaglik Inisiasi Kirab Moderasi, Rajut Kerukunan Lintas Iman Lewat Budaya Lokal

Kemenang Sleman News–Selasa, (13/1) bertempat di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Minomartani, KUA Ngaglik bersama unsur lintas agama dan lintas sektor menggelar rapat koordinasi serta diskusi moderasi beragama sebagai langkah awal perencanaan kegiatan Kirab Moderasi Beragama berbasis budaya lokal.
Diskusi ini membahas rencana kirab hasil bumi sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus sarana memperkuat kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut direncanakan dikemas dalam tema Kirab Moderasi, dengan rute kirab dari GKJ Minomartani menuju Masjid Pathok Negoro Plosokuning.
Dalam pelaksanaannya nanti, kirab akan menampilkan beberapa gunungan hasil bumi yang diarak oleh generasi muda lintas agama yang tergabung dalam REALITA (Remaja Lintas Agama). Gunungan tersebut menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong lintas iman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala KUA Ngaglik, H. Handoyo, S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan ini berangkat dari tradisi lokal GKJ Minomartani yang selama ini rutin dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
βMelalui diskusi ini, tradisi tersebut kita elaborasi secara lebih moderat dengan melibatkan seluruh elemen agama, tanpa mengurangi kualitas keimanan masing-masing pemeluk agama,β jelasnya.
Menurutnya, tradisi kirab hasil bumi sejatinya juga dikenal dalam berbagai ekspresi budaya keagamaan di Indonesia. Oleh karena itu, penguatan nilai moderasi dalam kirab ini menjadi wujud nyata toleransi, upaya nguri-uri budaya lokal, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama.
βKUA hadir bukan hanya sebagai lembaga layanan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak harmoni sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,β tegasnya.
Diskusi berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh Pendeta Kriswoyo (GKJ Minomartani), Kapolsek Ngaglik AKP Yulianto, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik Rimuharni, ST., MM., Komandan Banser Sleman Gus Riyadi Suryanto, serta tokoh masyarakat Kris Adiwijaya.
Rencana Kirab Moderasi ini diharapkan menjadi model praktik baik moderasi beragama di tingkat lokal, sekaligus memperkuat peran KUA Ngaglik sebagai simpul kolaborasi lintas iman dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan berkeadaban. (ukh)

KUA Ngaglik melayani umat untuk membangun bangsa. Berkhidmah untuk umat dalam keberagaman wujudkan negeri yang damai.