Sabtu, Januari 24, 2026
Berita KemenagHeadline

Pantau Imtihan Wathoni, Kemenag Dorong Santri PDF Sleman Berdaya Saing dan Berkompetensi

Kemenag Sleman News–Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Sleman, H. Achmad Fauzi,S. Ag., M. Si., memantau langsung pelaksanaan Imtihan Wathoni di Pondok Pesantren As Salafiyah Mlangi, Selasa (13/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan mutu serta penjaminan kualitas pelaksanaan evaluasi Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di wilayah Sleman.

Pemantauan tersebut turut dihadiri Kabid Pakis Kanwil Kemenag DIY, H. Aidi Johansyah, S.Ag., MM., bersama jajaran staf. Kehadiran unsur Kanwil ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memastikan Imtihan Wathoni berjalan sesuai standar nasional dan regulasi yang berlaku.

Sebanyak 37 santri putra dan putri mengikuti ujian di lokasi pemantauan dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat. Proses ujian berlangsung lancar, mencerminkan kesiapan santri serta kesungguhan pondok pesantren dalam menyiapkan peserta didik. β€œSemoga hasil terbaik menyertai ikhtiar para santri,” ujar Achmad Fauzi di sela-sela kegiatan monitoring.

Pada tahun 2026, total peserta Imtihan Wathoni di Kabupaten Sleman berjumlah 90 santri yang berasal dari dua pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Al Mubarok Kendal, Bangunkerto, Kapanewon Turi, dan Pondok Pesantren As Salafiyah Nogotirto, Kapanewon Gamping. Kemenag Sleman berharap seluruh santri dapat lulus dengan hasil yang memuaskan dan memiliki kesempatan luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Achmad Fauzi menegaskan bahwa pendidikan diniyah di pondok pesantren diharapkan benar-benar menjadi solusi strategis bagi santri yang tafaquh fiddin, mendalami ajaran Islam melalui kajian kitab kuning. Pemerintah, lanjutnya, telah memfasilitasi pendidikan diniyah formal agar santri tidak hanya unggul dalam keilmuan keagamaan, tetapi juga memiliki ijazah yang diakui dan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan formal.

β€œHarapan kami, santri Pendidikan Diniyah Formal di Sleman ke depan benar-benar memiliki kompetensi keagamaan Islam yang kuat, baik dari sisi aqidah, fiqih, syariah, maupun budaya santri dan budaya masyarakat Islami,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap lulusan PDF mampu mewarnai kehidupan sosial keagamaan masyarakat Sleman, bahkan berkontribusi lebih luas di tingkat nasional. Sinergi antara pondok pesantren dan pemerintah diyakini akan menjadikan pendidikan diniyah semakin berdampak, berdaya saing, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

β™Ώ Aksesibilitas