Jumat, Januari 23, 2026
Berita Madrasah

MTsN 8 Sleman Jadi Saksi Peneguhan Komitmen Pramuka Prambanan Bangun Karakter Generasi Muda

Kemenag Sleman News (MTsN 8 Sleman) – Musyawarah Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SD/MI, SMP/MTsN, dan SMA/SMK/MA se-Kwartir Ranting (Kwaran) Prambanan sukses dilaksanakan pada Senin (12/1/2026). Bertempat di MTsN 8 Sleman, Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh Kak Mabiran Prambanan Purwati, S.H., M.M., para Kamabigus lintas jenjang pendidikan, serta Kakak Pembina Andalan Inti Kwaran Prambanan. Musyawarah ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kepramukaan di wilayah Prambanan.

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 8 Sleman sebagai tempat pelaksanaan Musyawarah Kamabigus Kwaran Prambanan. β€œKami merasa bangga dan terhormat karena MTsN 8 Sleman dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis kepramukaan ini. Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan visi dan memperkuat sinergi antar gugus depan dalam membina karakter peserta didik melalui kegiatan Pramuka,” ungkapnya.

Dalam musyawarah tersebut dibahas susunan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) yang terdiri dari unsur Panewu, Kapolsek, Danramil, Kepala Jawatan Sosial, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, Ketua MKKS SMP, Ketua K3S SD Prambanan, para lurah, serta tokoh masyarakat. Susunan Mabiran ini memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung dan mengawal kegiatan kepramukaan sekaligus perkembangan karakter peserta didik di wilayah Prambanan agar tumbuh secara seimbang baik secara akademik, sosial, maupun moral.

Salah satu poin penting hasil musyawarah adalah perlunya penyelarasan kegiatan kepramukaan dengan literasi digital. Kegiatan Pramuka diharapkan mampu dikemas secara inovatif dan kreatif sehingga menarik minat peserta didik. Para peserta sepakat bahwa kegiatan kepramukaan harus mampu mengalihkan ketergantungan murid terhadap penggunaan gawai (HP) secara berlebihan, yang apabila tidak terkontrol dapat berdampak negatif pada semangat belajar, kedisiplinan, dan karakter siswa.

Musyawarah juga menyoroti isu strategis terkait pencegahan pernikahan dini di lingkungan gugus depan. Upaya ini dipandang penting untuk menekan risiko stunting dan berbagai permasalahan sosial lainnya. Kak Mabiran menegaskan bahwa pernikahan dini berdampak pada ketidaksiapan fisik dan mental generasi muda, yang berujung pada tingginya angka perceraian serta rendahnya kualitas kehidupan keluarga. Wilayah Prambanan yang sebagian masih menghadapi tantangan ekonomi, kekurangan gizi, serta pengaruh negatif teknologi, memerlukan peran aktif Pramuka dalam pembinaan karakter peserta didik.

Selain itu, Kwaran Prambanan dinilai memiliki potensi besar berupa kekayaan situs budaya, seperti candi-candi bersejarah, yang dapat dimanfaatkan sebagai basis kegiatan kepramukaan berbasis pendidikan karakter. Kegiatan Pramuka diharapkan mampu mengangkat kearifan lokal dan budaya setempat sebagai sarana pembentukan karakter cinta tanah air, kepedulian sosial, serta kebanggaan terhadap wilayah Prambanan.

Musyawarah juga mendorong lahirnya program kepramukaan yang istimewa dan inovatif, tidak hanya terbatas pada latihan rutin. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kegiatan Pramuka dan menjadi wadah positif bagi peserta didik. Dengan kegiatan yang menarik, Pramuka diharapkan memiliki β€œdaya jual” tinggi sekaligus mampu memperbaiki karakter dan sikap peserta didik yang kurang positif. Optimalisasi pembina Pramuka dari dalam gugus depan juga menjadi perhatian, sementara kendala perbedaan honor pembina akan dikomunikasikan lebih lanjut oleh Kak Mabiran ke Kwartir Cabang.

Dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia, disepakati perlunya pendataan pembina Pramuka yang telah maupun belum mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD). Pendataan ini bertujuan untuk memetakan pembina yang akan dikirim mengikuti pelatihan KMD di Kwarcab. Selain itu, kegiatan Pramuka diarahkan untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 melalui penguatan karakter, pembangunan manusia, dan keharmonisan sosial. Program besar Kwaran Prambanan yang telah dan akan dilaksanakan antara lain Pesta Siaga, Kemah Persahabatan yang di dalamnya terdapat LT II dan sosialisasi Saka, serta Pengembaraan Permata Jonggrang, dengan ketentuan iuran anggota Pramuka yang berlaku bagi seluruh jenjang. Musyawarah ditutup dengan harapan besar agar Pramuka Kwaran Prambanan semakin maju dan berkontribusi nyata bagi generasi masa depan. (adp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

β™Ώ Aksesibilitas