Kemenag Kabupaten Sleman Perkuat Moderasi Beragama, Kakankemenag Hadiri Pembukaan Malam Suci Shivaratri 2026

Kemenag Sleman News — Komitmen Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam memperkuat moderasi beragama dan merawat harmoni kehidupan umat beragama kembali ditegaskan melalui kehadiran Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, pada Pembukaan Malam Suci Shivaratri 2026 di kawasan Candi Prambanan, Sabtu (17/1/2026).
Kakankemenag Sleman hadir mendampingi Kakanwil Kemenag DIY H. Ahmad Bahiej bersama Pembimas Hindu DIY Didik Widya Putra, menandai kuatnya dukungan Kemenag terhadap pelaksanaan ritual keagamaan umat Hindu sebagai bagian dari penguatan nilai toleransi dan persaudaraan kebangsaan.
Acara sakral tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiyarto, Direktur Komersial InJourney Destinations Gistang Richard Panutur, serta Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, mencerminkan sinergi erat lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam merawat keberagaman sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Mewakili panitia, I Nyoman Ariawan, Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sleman, atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya Malam Suci Shivaratri 2026 dengan khidmat dan lancar.
Sementara itu, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menekankan makna spiritual Shivaratri melalui ajaran jagare waspada (senantiasa mawas diri), dipawase (puasa), dan mone (hening), sebagai ikhtiar membangun kesadaran rohani umat. Ia juga mengapresiasi peran Kementerian Agama yang konsisten mendukung penguatan nilai keagamaan.
“Shivaratri adalah momentum pengendalian diri dan pendalaman spiritual untuk membangun manusia Indonesia yang utuh, selaras antara jasmani dan rohani,” ungkap Wisnu Bawa Tenaya.
Dari perspektif pemerintah daerah, Sekda Sleman Susmiarto menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, meski diguyur hujan cukup lebat, semangat umat Hindu tetap terjaga dalam menjalankan ritual suci.
“Kegiatan ini bukan hanya menguatkan persaudaraan lintas umat beragama, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat Sleman,” ujar Susmiyarto.
Kehadiran Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif dalam momentum keagamaan ini menegaskan peran strategis Kemenag sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus mitra aktif Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan moderasi beragama yang inklusif dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah. (isa)
