Kamis, Januari 22, 2026
Berita KemenagHeadline

APSI Sleman Gelar Workshop Kurikulum Mendalam, Kemenag Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta

Kemenag Sleman News — Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Sleman menggelar Workshop Kurikulum Mendalam di Aula Lantai 3 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah dan madrasah se-Kabupaten Sleman, Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif, serta para pengawas madrasah, pengawas PAI, dan pengawas Pendidikan Agama Katolik serta Kristen. Workshop menjadi ruang penguatan kapasitas pengawas dalam memahami dinamika kebijakan dan implementasi pembelajaran terkini.

Ketua APSI Sleman, H. Mujiono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut IHT sebelumnya dan menjadi forum strategis bagi pengawas agar tidak tertinggal informasi serta mampu mendampingi satuan pendidikan secara optimal. Workshop menghadirkan BBGTK DIY, Sumadi, S.Pd., M.Si., dengan metode ceramah, diskusi, presentasi, dan penugasan.

H. Nadhif juga menyampaikan sejumlah program prioritas Kemenag Sleman, antara lain penguatan peran Generasi Z dalam memakmurkan rumah ibadah, peningkatan kesadaran zakat ASN, serta edukasi pendaftaran haji sejak usia dini. Seluruh program tersebut terintegrasi dalam penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, yang menanamkan nilai kerukunan, moderasi beragama, dan harmoni sosial.

“Kurikulum berbasis cinta adalah wujud amanah Kementerian Agama untuk merawat kerukunan. Rukun dengan Tuhan, sesama, negara, lingkungan, dan ilmu pengetahuan harus hidup dalam ekosistem pendidikan kita,” imbuhnya.

Ia juga menekankan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi moderasi beragama, dengan menanamkan nilai rukun dengan Tuhan, sesama, negara, dan lingkungan sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, yang sekaligus membuka kegiatan, mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Sleman. Menurutnya, sinergi lintas lembaga merupakan kunci memastikan seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan agama yang bermutu dan pendampingan pembelajaran yang bermakna.

“Peran pengawas sangat strategis untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai standar nasional, melibatkan peserta didik sebagai subjek belajar, serta mendorong guru menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual,” ujarnya.

Melalui workshop ini, Kemenag Sleman dan APSI Sleman berharap para pengawas semakin siap mendampingi guru dan satuan pendidikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas