Peringatan Isra Mikraj Santri PPMU MAN 3 Sleman: Menjemput Hikmah Isra Mikraj untuk Generasi Berakhlak Mulia

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) – Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum (PPMU) menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat (16/1/2026). Acara ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, diikuti oleh seluruh santri serta dewan asatidzah.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj kali ini secara resmi dibuka dan dihadiri oleh Kepala Madrasah MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno didampingi oleh Abah Zainal Abidin selaku Mudir Pondok Pesantren serta para asatidzah PPMU. Kehadiran para pimpinan lembaga tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan keagamaan yang edukatif dan kreatif bagi santri.
Berbeda dengan peringatan Isra Mi’raj pada tahun-tahun sebelumnya yang diisi dengan tausiah, tahun ini PPMU menghadirkan konsep acara yang lebih variatif dan inovatif. Peringatan Isra Mi’raj dikemas dalam bentuk perlombaan penampilan seni Islami yang mengangkat nilai-nilai peristiwa Isra Mi’raj, seperti nasyid, drama, dan puisi. Penampilan-penampilan tersebut dibawakan oleh santri kelas X dan XI dengan penuh penghayatan dan kreativitas.

“Setiap penampilan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana dakwah dan refleksi spiritual bagi seluruh peserta dan penonton,” terang salah satu asatidzah. Melalui seni, para santri diajak untuk memahami makna Isra Mi’raj secara lebih mendalam, khususnya pesan tentang keimanan, kedisiplinan dalam ibadah, dan pembentukan akhlak mulia.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Menjemput Hikmah Isra Mi’raj untuk Generasi Berakhlak Mulia.” Tema tersebut selaras dengan tujuan pendidikan pesantren, yakni mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritual dan berakhlakul karimah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para santri mampu meneladani nilai-nilai luhur dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas. (tsa)
