Sabtu, Januari 24, 2026
Berita Madrasah

Rapat Koordinasi Kelas LBSC Angkatan 3, MTsN 4 Sleman Perkuat Layanan Siswa Cerdas

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – Rapat Koordinasi penentuan siswa Kelas Layanan Belajar Siswa Cerdas (LBSC) Angkatan 3 MTsN 4 Sleman dilaksanakan di ruang kelas IX E, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan pegawai sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat layanan pendidikan bagi siswa dengan potensi akademik unggul.

Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, membuka rapat sekaligus memberikan arahan. Harsoyo menegaskan bahwa program LBSC merupakan layanan strategis madrasah untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. “LBSC bukan kelas unggulan, tetapi layanan khusus yang dirancang untuk memfasilitasi siswa cerdas agar berkembang seimbang antara akademik, karakter, dan spiritual,” ujar Harsoyo dengan tegas.

Harsoyo juga menekankan pentingnya objektivitas dan kehati-hatian dalam proses seleksi. Menurutnya, keputusan yang diambil harus berpihak pada kepentingan terbaik siswa. “Kita ingin memastikan bahwa siswa yang terpilih benar-benar siap secara akademik, mental, dan mendapat dukungan keluarga, sehingga program ini berjalan efektif,” tambahnya.

Rapat dilanjutkan dengan pemaparan teknis proses seleksi siswa kelas LBSC yang disampaikan oleh Atik Yuliana selaku Ketua Sistem Kredit Semester (SKS) MTsN 4 Sleman. Atik Yuliana menjelaskan bahwa madrasah telah melakukan pendataan awal berdasarkan hasil psikotes. “Dari data psikotes, kami menemukan nilai IQ dengan rentang 120 – 128 sebanyak 26 siswa yang memiliki potensi untuk mengikuti seleksi LBSC,” jelasnya.

Selain psikotes, proses seleksi juga mempertimbangkan nilai Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) jenjang SD/MI serta nilai rapor semester 1. Mata pelajaran yang menjadi perhatian utama meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, dan Fikih. Atik Yuliana menegaskan bahwa penilaian ini bertujuan melihat konsistensi capaian akademik siswa.

Tahapan berikutnya dilakukan melalui wawancara dengan orang tua dan guru Bimbingan Konseling (BK). Berdasarkan hasil wawancara tersebut, diperoleh 14 siswa yang dinilai memenuhi kriteria dan berpotensi menjadi calon siswa kelas LBSC Angkatan 3. “Kami tidak hanya melihat angka, tetapi juga kesiapan siswa dan dukungan lingkungan terdekatnya,” ungkap Atik Yuliana.

Sebagai langkah lanjutan, calon siswa kelas LBSC Angkatan 3 akan dipantau perkembangannya selama tiga bulan ke depan. Masa pemantauan ini menjadi tahap penting sebelum penetapan siswa secara final. (epr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas