Murid Kelas 8 MTsN 1 Sleman Ikuti Pembelajaran Luar Kelas di DIY dan Jawa Timur
Kemenag Sleman News ( MTsN 1 Sleman) – MTsN 1 Sleman melaksanakan pembelajaran di luar kelas bagi murid kelas 8 pada Senin hingga Kamis, (12-15/1). Kegiatan ini dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan murid.
Selama berada di Jawa Timur, murid mengikuti sejumlah agenda edukatif. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid, di Jombang. Murid diajak mendoakan tokoh bangsa sekaligus mengenal nilai perjuangan, toleransi, dan kebangsaan. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke kawasan Koarmada serta Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya untuk mempelajari peran kemaritiman dalam sejarah dan pertahanan negara.
Rangkaian kegiatan di Jawa Timur ditutup dengan kunjungan ke Masjid Tiban di Turen, Kabupaten Malang. Di lokasi ini, murid mengamati keunikan arsitektur dan kehidupan sosial masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mengaitkan nilai keagamaan dan budaya secara langsung.
Bagi murid yang tidak mengikuti pembelajaran ke Jawa Timur, madrasah menyiapkan kegiatan alternatif di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 13 Januari 2026. Murid mengunjungi Monumen Jogja Kembali dan Suraloka. Di Monumen Jogja Kembali, murid mempelajari sejarah perjuangan bangsa, sementara di Suraloka murid mengikuti pembelajaran berbasis alam yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh kegiatan didampingi oleh wali kelas, guru, dan pegawai MTsN 1 Sleman.

Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini dirancang sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual, penguatan karakter, serta pengembangan Dimensi Profil Lulusan. Murid didorong untuk aktif mengamati dan merefleksikan pengalaman belajar dari lingkungan sekitar, baik dari sisi sejarah, sosial, budaya, maupun keagamaan.
Pengalaman belajar tersebut juga dikaitkan dengan materi Sekolah Siaga Kependudukan yang dipelajari di madrasah. Melalui kunjungan ke berbagai daerah, murid diajak memahami kondisi masyarakat, persebaran penduduk, serta keterkaitannya dengan lingkungan dan sejarah setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan murid dan menumbuhkan sikap peduli terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.
