Kamis, Januari 22, 2026
Berita Madrasah

Harmoni Seni dan Sejarah: Siswa MAN 3 Sleman Saksikan Tari Kecak di GWK

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) – Nuansa budaya Bali yang kental menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa MAN 3 Sleman saat mengikuti kunjungan edukatif ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Badung, Bali, pada Selasa sore (20/1/2026), pukul 17.00–19.00 WITA. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program GALAKSI 2026, yang dirancang untuk memperluas wawasan budaya sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

Sebagai salah satu pusat kebudayaan terbesar di Indonesia, GWK tidak hanya dikenal melalui kemegahan patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang merepresentasikan nilai filosofi kehidupan, spiritualitas, dan kebajikan. Patung ikonik tersebut terinspirasi dari mitologi Hindu yang menggambarkan kesetiaan Garuda dan peran Dewa Wisnu sebagai pelindung kehidupan. Keberadaan GWK menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur budaya Nusantara.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyaksian pertunjukan Tari Kecak, salah satu seni pertunjukan tradisional Bali yang memiliki kekhasan pada iringan vokal koor para penari laki-laki tanpa alat musik. Tari Kecak berkembang pada awal abad ke-20 dan mengangkat kisah epik Ramayana, yang sarat akan pesan moral, spiritualitas, dan nilai kebersamaan. Pertunjukan yang disajikan menjelang malam memberikan suasana dramatik dan reflektif bagi para siswa.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama pertunjukan berlangsung. Salah satu siswa MAN 3 Sleman, Keyla, mengungkapkan kesan mendalam terhadap pengalaman tersebut.

“Menyaksikan Tari Kecak secara langsung di GWK sangat berkesan. Saya bisa merasakan kekuatan budaya dan nilai spiritualnya. Kegiatan ini membuat saya lebih menghargai seni tradisional Indonesia,” ungkapnya.

Guru pendamping, Rafflesia Yasin, menilai kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang penting bagi siswa.

“Melalui kunjungan budaya seperti ini, siswa belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari pengalaman langsung. Mereka diajak memahami sejarah, filosofi, dan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter,” tuturnya.

Kegiatan kunjungan ke GWK dan penyaksian Tari Kecak ini menjadi sarana integratif antara edukasi, refleksi budaya, dan penguatan karakter siswa. MAN 3 Sleman berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan seni tradisional Indonesia di tengah perkembangan zaman. (fiq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas