Tim Kokurikuler Kelas IX MTsN 9 Sleman Programkan Kegiatan Market Day Bertema Cinta Tanah Air

Kemenag Sleman News (MTsN 9 Sleman) – Tim kokurikuler kelas IX MTsN 9 Sleman memprogramkan kegiatan Market Day dalam rapat koordinasi program kerja pada hari Rabu (14/1/2026) sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kokurikuler. Kegiatan ini mengusung tema Cinta Tanah Air dengan dimensi profil lulusan meliputi penalaran kritis, komunikasi, cinta tanah air, dan cinta lingkungan.
Koordinator kokurikuler kelas IX, Dina Andriyanti, menjelaskan bahwa kegiatan Market Day dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mampu mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sekaligus. Menurutnya, melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar berwirausaha, tetapi juga memahami nilai-nilai kebangsaan, lingkungan, dan karakter. βMelalui Market Day, kami berupaya meng-cover empat mata pelajaran dalam satu kegiatan kokurikuler,β ujar Dina Andriyanti. Keempat mata pelajaran tersebut meliputi Bahasa Inggris, IPS, TIK, serta Akidah Akhlak.

Lebih lanjut dijelaskan, pada mata pelajaran Bahasa Inggris, siswa akan mempelajari procedure text tentang makanan dan minuman tradisional. Pada mata pelajaran IPS, siswa diajak mengenal dan mengangkat kearifan lokal melalui produk yang dipasarkan. Sementara itu, pada mata pelajaran TIK, siswa dilatih membuat pamflet iklan makanan dan minuman tradisional secara kreatif dan informatif.
Tidak hanya aspek akademik, nilai-nilai keislaman juga ditanamkan melalui mata pelajaran Akidah Akhlak dengan mengkaji kisah keteladanan Usman bin Affan saat berdagang. Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa dalam menerapkan kejujuran, etika, dan tanggung jawab dalam berwirausaha. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pembentukan karakter siswa.
Melalui adanya program kegiatan Market Day ini, MTsN 9 Sleman berharap siswa kelas IX dapat mengembangkan keterampilan abad ke-21 sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan, serta karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mendorong kreativitas, kemandirian, dan kerja sama antarsiswa. (IM)
