Senin, Januari 26, 2026
Berita KemenagHeadline

Perkuat Sleman Religi, Kakankemenag Sleman Buka Seminar Keluarga Samara

Kemenag Sleman News — Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus menguatkan perannya sebagai rumah kolaborasi kegiatan keagamaan dan penguatan keluarga. Hal tersebut tercermin dalam pembukaan Seminar Keluarga Samara yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Kemenag Sleman, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PC Muslimat NU Kabupaten Sleman, MWC NU Ngaglik, dan PAC Muslimat NU Ngaglik ini diikuti ratusan anggota Muslimat NU se-Kabupaten Sleman. Tidak hanya itu, generasi muda dan para calon pengantin turut ambil bagian, menandakan kesadaran bersama akan pentingnya menyiapkan fondasi keluarga sejak dini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, secara langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Muslimat NU yang telah menjadikan Kankemenag Sleman sebagai ruang pembelajaran dan penguatan keluarga.

“Terima kasih atas pelaksanaan kegiatan di tempat kami. Kegiatan ini sangat sejalan dengan amanah Bupati Sleman untuk mewujudkan Sleman Religi, yang hanya bisa dicapai melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak,” ujar Nadhif.

Lebih lanjut, Nadhif menegaskan bahwa penguatan keluarga memiliki korelasi langsung dengan tantangan keagamaan di Sleman. Ia menyoroti beberapa persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari minimnya keterlibatan generasi muda di masjid, masih ditemukannya lulusan SD/MI yang belum lancar membaca Al-Qur’an, hingga rendahnya kesadaran generasi muda terhadap ibadah haji.

“Keluarga adalah titik awal. Jika keluarga kuat, maka pembinaan keagamaan masyarakat juga akan kuat,” tegasnya.

Seminar Keluarga Samara menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Sri Hermayanti, praktisi Penyuluh Agama sekaligus Ketua Bidang Dakwah PC Muslimat NU Sleman; Farida Juliatina, dosen Fakultas Kedokteran UII dan Ketua Bidang Kesehatan PC NU Sleman; serta Dwi Nur Hayati, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sleman. Ketiganya mengulas relasi suami istri, kesehatan keluarga, hingga peran orang tua dalam menyiapkan generasi unggul.

Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU DIY, Hj. Fatma Amilia, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya membangun relasi yang setara, saling menghargai, dan berkeadilan dalam keluarga.

“Relasi suami istri harus dilandasi saling menghormati dan saling mendukung. Peran domestik maupun publik sama-sama bernilai dan harus dihargai. Inilah fondasi keluarga sakinah sebagaimana diajarkan Islam,” ungkapnya.

Fatma Amilia juga menyoroti pentingnya kesiapan calon pengantin, baik secara mental, spiritual, maupun kesehatan, sebagai investasi jangka panjang dalam melahirkan generasi berkualitas. Menurutnya, keluarga sakinah bukan berarti tanpa konflik, melainkan mampu menyelesaikan persoalan dengan musyawarah dan tanggung jawab bersama. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas