Perkuat Pendidikan Al-Qur’an, Kakankemenag Sleman Hadiri Khotmil Qur’an MI Al Huda

Kemenag Sleman News— Komitmen penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini kembali ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, saat menghadiri kegiatan Khotmil Qur’an MI Al Huda Karangnongko. Pada momentum tersebut, sebanyak 120 siswa dari kelas II hingga VI Madrasah Ibtidaiyah diwisuda sebagai penanda capaian belajar Al-Qur’an yang berjenjang dan berkelanjutan, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan lintas elemen, dihadiri Rois Syuriah PC NU KH. Syakir Ali, Kasi PD Pontren dan jajaran KUA Depok, pengurus MWCNU Depok, jajaran Forkopim Kapanewon Depok, Pengawas Madrasah dan Kepala Korwil Depok, dan orang tua murid MI Al Huda.
Mengawali kegiatan, Kepala MI Al Huda Karangnongko Slamet Subagya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah membersamai madrasah. Dukungan guru dan tenaga kependidikan, orang tua, komite, yayasan, hingga unsur pemerintah dinilai menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur atas kebersamaan dan dukungan semua pihak. Semoga MI Al Huda semakin dicintai masyarakat dan pada tahun ajaran ini dapat membuka tiga kelas paralel dengan kuota 84 siswa,” ujar Slamet Subagya.
Sementara itu, H. Nadhif menilai kegiatan Khotmil Qur’an bukan sekadar seremoni wisuda, melainkan bagian dari proses panjang pembinaan karakter dan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Ia memberikan apresiasi tinggi atas sinergi dan kolaborasi yang terbangun antara madrasah dengan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

“Wisuda ini adalah tonggak awal. Yang tak kalah penting adalah kesinambungan belajar Al-Qur’an dari tartil, tahsin, tahfidz hingga tafhim, agar nilai-nilainya benar-benar hidup dalam keseharian anak-anak,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag Sleman juga menegaskan implementasi Kurikulum Cinta yang tengah dikembangkan Kementerian Agama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama manusia, serta cinta terhadap alam. Menurutnya, semakin dini anak dikenalkan dan dibiasakan dengan Al-Qur’an, maka semakin kuat pula fondasi spiritual dan sosial mereka di masa depan.
“Pendidikan Al-Qur’an adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Inilah ikhtiar kita bersama menyiapkan masa depan bangsa,” pungkas H. Nadhif.
Kegiatan Khotmil Qur’an MI Al Huda Karangnongko pun menjadi cermin nyata bahwa kolaborasi, konsistensi, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an adalah kunci membangun generasi unggul sejak bangku madrasah.(isa)
