KUA Ngaglik Hadirkan Dakwah Berbasis Seni dan Pemberdayaan Ibu-Ibu

Kemenag Dleman News (KUA)–KUA Ngaglik terus menunjukkan perannya sebagai pusat pembinaan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembinaan Majelis Taklim Sholawat Hadroh Syifaul Qolbi, yang menggelar Akhirussanah ke-2 pada Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah Hadrah Syifaul Qolbi yang mayoritas merupakan ibu-ibu dari berbagai dusun di sekitar wilayah KUA Ngaglik, antara lain Dusun Kancilan, Ngentak Kadipuro, Blekik, Mudal, Nandan, Jaban, Ngebel, Gondangan, dan Randugoawang. Kehadiran jamaah lintas dusun ini menjadi bukti kuat bahwa pembinaan KUA mampu menjangkau dan menyatukan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan kultural.
Majelis Taklim Sholawat Hadroh Syifaul Qolbi dibentuk sebagai media dakwah berbasis seni, sarana silaturahmi antar insan seni, sekaligus wadah dzikir dan bersholawat. Dalam perjalanannya, majelis ini tidak hanya aktif sebagai forum pengajian, tetapi juga telah memberi manfaat nyata dengan turut mengisi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di wilayah Ngaglik, seperti pengajian, tasyakuran warga, hingga pernah dipercaya membuka acara Gebyar Kalurahan Sinduharjo Bersholawat.

Pembinaan dilakukan secara rutin setiap hari Jumat pukul 13.00β15.00 WIB di Aula KUA Ngaglik. Materi latihan meliputi teknik memainkan alat musik rebana, olah vokal, koreografi, serta harmonisasi penampilan. Jamaah dilatih melantunkan sholawat dan syair-syair syiar Islam, mulai dari Sholawat Dibaβ, Sholawat Barzanji, hingga lagu-lagu islami yang populer, sehingga dakwah dapat diterima dengan lebih ringan dan membumi.
Majelis ini merupakan Majelis Taklim binaan KUA Ngaglik yang didampingi oleh para pembina, yakni Ustadz Sakhirin, S.H.I., Ustadzah Pipin Masropin, S.Ag., M.S.I., dan Ustadz Agus M. Ali, S.Ag., M.S.I., serta menghadirkan guru hadrah berpengalaman lebih dari 30 tahun, Ustadz R. Asbani. Pembinaan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Ngaglik dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Akhirussanah ke-2 ini dilaksanakan di Rumah Silvi, salah satu pemain perkusi darbuka andalan Hadrah Syifaul Qolbi, yang berlokasi di Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban, dihadiri seluruh anggota, para pengasuh seni hadrah, serta pembina dari Penyuluh KUA Ngaglik.
Salah satu pembina Majelis Taklim menyampaikan kesan dan harapannya,
βMajelis Sholawat Hadroh Syifaul Qolbi ini menjadi contoh bagaimana dakwah bisa dikemas dengan seni yang indah dan memberdayakan ibu-ibu. Harapannya, jamaah semakin istiqamah, kualitas penampilan semakin baik, dan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat luas.β
Melalui kegiatan ini, KUA Ngaglik kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga layanan keagamaan, tetapi juga sebagai motor penggerak dakwah, seni, dan pemberdayaan umat yang nyata dan berdampak.

Dengan ilmu kehidupan akan mudah
Dengan Agama hidup akan terarah
Dengan seni kehidupan akan terasa indah
Salam budaya : Lestari Budayaku