Outing Religius, Siswa Kelas VIII MTsN 4 Sleman Ziarah ke Makam Sunan Ampel

Kemenag Sleman News (MTsN 4 Sleman) – Sebanyak 190 siswa kelas VIII MTsN 4 Sleman mengikuti kegiatan outing religi dan study wisata ke Surabaya dan Malang yang dilaksanakan selama empat hari, Selasa hingga Jum’at (3-6/2/2026). Kegiatan ini didampingi oleh 20 pendamping dan menggunakan empat bus pariwisata. Perjalanan dimulai pada Selasa malam dengan tujuan pertama ziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya.
Makam Sunan Ampel menjadi destinasi awal karena memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi. Sunan Ampel dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam pengembangan dakwah Islam di Pulau Jawa dan berbagai wilayah Nusantara. Makam tersebut berlokasi di Jl. Ampel Masjid, Desa Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, dan hingga kini menjadi salah satu pusat wisata religi terpenting di Jawa Timur.
Setibanya di kompleks makam, para siswa melaksanakan ziarah dengan khidmat. Doa dipimpin oleh guru pendamping, Muhammad Tamyiz, dan diikuti secara tertib serta penuh kekhusyukan oleh seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran spiritual untuk meneladani perjuangan para wali dalam menyebarkan Islam dengan damai dan penuh hikmah.

Kepala MTsN 4 Sleman, Harsoyo, menegaskan bahwa outing religi ini dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter dan spiritual siswa. “Kegiatan ziarah dan study wisata ini tidak hanya bertujuan rekreasi, tetapi juga menanamkan nilai religius, nasionalisme, dan rasa syukur kepada Allah SWT melalui pembelajaran langsung di lapangan,” tegasnya.
Guru pendamping, Muhammad Tamyiz, menyampaikan bahwa para siswa menunjukkan sikap yang tertib dan hormat selama kegiatan ziarah. “Momen doa bersama di makam Sunan Ampel menjadi pengalaman spiritual yang berkesan bagi siswa sekaligus media pembelajaran sejarah Islam Nusantara yang nyata dan kontekstual,” ujarnya.
Selain ziarah religi, rangkaian outing study wisata ini juga mengunjungi beberapa destinasi edukatif dan rekreatif, antara lain Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II Surabaya, Taman Safari Prigen, agrowisata petik apel di Malang, Flora Wisata San Terra de Laponte, Jatim Park 1, serta Museum Angkut. Setiap lokasi dirancang untuk memperluas wawasan siswa di bidang kebangsaan, sains, budaya, dan lingkungan.
Salah satu siswa kelas VIII, Titisuri, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. “Outing religi dan study wisata membuat saya lebih memahami sejarah Islam sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bersama teman-teman,” ungkapnya. (epr)
