Minggu, Februari 15, 2026
Berita Madrasah

Guru BK MAN 3 Sleman Ikuti Workshop Nasional Deteksi Dini Bullying Berbasis Sosiometri

Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 3 Sleman mengikuti Workshop Nasional bertajuk “Deteksi Dini Bullying di Sekolah dengan Analisa Sosiometri: Mewujudkan Lingkungan Sekolah Aman dan Ramah Anak Tanpa Bullying”. Acara tersebut diselenggarakan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang peningkatan kompetensi guru BK dalam merespons tantangan kesehatan mental peserta didik di era perkembangan zaman.

Workshop dibuka dengan sambutan Dekan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd. Ia menegaskan bahwa kondisi kesehatan mental anak masa kini berbeda dengan generasi sebelumnya, sehingga guru BK perlu terus memperbarui pengetahuan. Menurutnya, pemahaman tentang bullying beserta dampaknya di lingkungan sekolah sangat penting agar pendidik mampu memberikan pendampingan yang tepat dan sesuai perkembangan zaman.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Imam Machali, S.Pd.I., M.Pd. dari UIN Yogyakarta yang memaparkan bahwa perkembangan generasi memengaruhi tingkat resiliensi individu dalam menghadapi masalah. Ia menjelaskan empat jenis bullying, yakni physical bullying, verbal bullying, social bullying, dan cyber bullying.

Bullying disebut sebagai masalah ekosistem sekolah yang berdampak luas, mulai dari gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan menurunnya harga diri, hingga dampak akademik berupa turunnya konsentrasi dan prestasi. Secara sosial, korban cenderung menarik diri, takut menjalin relasi, kehilangan rasa aman, bahkan berisiko mengalami masalah kesehatan mental jangka panjang.

Prof. Imam juga menekankan pentingnya sosiometri dalam dunia pendidikan. Metode ini digunakan untuk mengukur relasi pertemanan, mengidentifikasi kelompok dominan, serta mendeteksi siswa yang terisolasi. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh materi dan metode pembelajaran, tetapi juga oleh rasa aman psikologis dan iklim kelas yang suportif. “Sosiometri dalam pendidikan menjaga kesehatan sosial kelas,” ujarnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Ali Ishaq, M.Pd., Founder ALMAS, yang mengenalkan penggunaan aplikasi sosiometri sebagai langkah preventif deteksi dini bullying berbasis teknologi. Aplikasi tersebut memudahkan guru BK dalam menganalisis kondisi sosial siswa secara cepat dan akurat. Melalui pendekatan ini, sekolah dapat menyusun peta pencegahan perundungan, menyediakan saluran pelaporan seperti kotak masalah bullying, serta memberikan edukasi kepada seluruh warga sekolah.

Melalui workshop nasional ini, guru BK MAN 3 Sleman memperoleh penguatan kapasitas dalam mendeteksi dan mencegah bullying sejak dini. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak. (nia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas