Kemenag Sleman Perkuat Asta Protas Berdampak lewat Gagasan Unggulan di Rakerwil DIY

Kemenag Sleman News — Komitmen menghadirkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali ditegaskan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam Rapat Kerja Wilayah Kementerian Agama DIY yang direncanakan berlangsung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Selasa (10/2/2026).
Dipimpin langsung Kepala Kankemenag Sleman H. Nadhif, Kemenag Sleman tampil sebagai peserta aktif dengan memaparkan capaian kinerja serta gagasan program unggulan yang selaras dengan tema “Asta Protas Bergerak, Kemenag Semakin Berdampak.”
Rakerwil yang diikuti pejabat eselon II, III, dan IV dari seluruh satuan kerja Kemenag se-DIY ini menjadi forum konsolidasi arah kebijakan sekaligus penegasan paradigma baru kinerja Kementerian Agama. Orientasi kinerja tidak lagi semata diukur dari serapan anggaran, melainkan dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej, yang menekankan pentingnya menjadikan delapan program prioritas Kementerian Agama (Asta Protas) sebagai gerakan nyata, berkelanjutan, dan berorientasi pada dampak sosial.
Dalam konteks itu, Kemenag Sleman memosisikan diri tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai penggerak inovasi layanan keagamaan di tingkat daerah.
Dalam pemaparannya, H. Nadhif mengulas capaian kinerja Kankemenag Sleman Tahun 2025 sebagai pijakan penguatan program ke depan. Berbagai inovasi layanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas pembinaan keagamaan ditegaskan berorientasi pada dampak sosial yang terukur.
“Kinerja Kementerian Agama harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, setiap program kami pastikan selaras dengan Asta Protas dan menjawab kebutuhan riil umat,” tegasnya.
Memasuki tahun 2026, Kankemenag Sleman menyiapkan sejumlah program mercusuar sebagai lokomotif implementasi Asta Protas di tingkat lokal. Program tersebut meliputi Gen Z Makmurkan Masjid, Pesantren Mengabdi, Tahfidz Digdaya, Sekolah TBQ, Kampung Zakat, serta Bina Iman Anak Katolik sebagai wujud layanan keagamaan yang inklusif dan berkeadilan.
Selain itu, Kemenag Sleman juga menetapkan tiga fokus prioritas, yakni penguatan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, pengembangan layanan keagamaan tanpa diskriminasi, serta penguatan ekosistem Sleman Religi sebagai model kehidupan beragama yang moderat dan harmonis.
“Kami ingin Sleman menjadi contoh bahwa Kementerian Agama hadir dengan pelayanan yang bersih, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kerukunan serta kualitas kehidupan beragama,” imbuhnya.
Keikutsertaan Kemenag Sleman dalam Rakerwil ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antar-satuan kerja di DIY sekaligus menjadi ruang berbagi inovasi. Dengan langkah yang terarah dan program yang berdampak, Kemenag Sleman optimistis Asta Protas bergerak nyata menyentuh kebutuhan umat.(isa)
