Mengasah Kreativitas Lewat Ujian Praktik Seni Budaya, Siswa MAN 4 Sleman Ciptakan Karya Seni Beragam
Kemenag Sleman News (MAN 4 Sleman) β Ujian Praktik Seni Budaya di MAN 4 Sleman berlangsung menarik dan sarat kreativitas. Ujian praktik ini dilaksanakan pada 26 Januari hingga 6 Februari 2026 dan diikuti oleh siswa kelas XII dengan memberi kebebasan kepada mereka untuk memilih cabang seni sesuai minat dan bakat masing-masing.

Pada cabang seni rupa, siswa menghasilkan beragam karya, seperti lukisan, patung, kerajinan, kolase, fotografi, hingga videografi. Sementara itu, pada cabang seni musik, siswa menampilkan kemampuan bernyanyi maupun memainkan alat musik. Adapun pada cabang seni tari, siswa menampilkan tarian tradisional maupun tari kreasi.
Guru mata pelajaran Seni Budaya MAN 4 Sleman, Erna Suryani, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini dirancang untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa dalam mengekspresikan kreativitas.
βMelalui ujian praktik ini, siswa belajar mencurahkan kreativitas melalui karya sesuai cabang seni yang diminatinya,β ungkap Erna, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, penilaian dalam ujian praktik tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses kreatif yang dilalui siswa. βYang terpenting, siswa mampu membuat dan menampilkan satu karya seni dengan percaya diri serta penuh tanggung jawab,β tambahnya.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah lukisan semi tiga dimensi karya Nabila Saβadatus Salma, siswi MAN 4 Sleman. Lukisan tersebut menggunakan cat akrilik di atas kanvas dengan tambahan elemen bunga tiga dimensi dari bahan clay foam. Perpaduan ini menghadirkan kesan hidup dan memberikan nuansa berbeda dibandingkan lukisan dua dimensi pada umumnya.
Nabila mengaku senang dapat mengekspresikan ide dan imajinasinya melalui karya seni. βMelalui karya ini, saya bisa menuangkan imajinasi sekaligus belajar lebih berani mencoba teknik baru. Prosesnya menantang, tetapi menyenangkan,β tuturnya.
Melalui kegiatan ujian praktik ini, pembelajaran Seni Budaya di MAN 4 Sleman tidak hanya menjadi sarana penilaian akademik, tetapi juga menjadi ruang ekspresi dan apresiasi seni, sekaligus penguatan karakter kreatif, inovatif, dan percaya diri pada diri siswa. (dzl)
