Guru MAN 5 Sleman Ikuti MGMP Bahasa Indonesia, Siap Hadapi Pembelajaran Era Baru

Kemenag Sleman News (MAN 5 Sleman) — Guru Bahasa Indonesia MAN 5 Sleman mengikuti kegiatan MGMP Bahasa Indonesia MA DIY yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di ruang PSBB MAN 3 Sleman dan diikuti oleh guru-guru Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah se-DIY.
MGMP Bahasa Indonesia MA DIY kali ini mengangkat materi Perencanaan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Era Baru. Materi tersebut disampaikan oleh Evi Effrisanti, S.TP., selaku Pengawas Jenjang MA Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Dalam paparannya, pemateri menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, serta selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Dari MAN 5 Sleman, kegiatan ini diikuti oleh Pina Palupi, S.S., Mimi Alpian, M.Pd., dan Yeti Dian Oktarini, S.Pd. Kehadiran para guru ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi guru dalam kegiatan MGMP tersebut. “MGMP menjadi ruang strategis bagi guru untuk terus belajar, berbagi praktik baik, dan menyamakan persepsi dalam pembelajaran. Saya berharap hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan di kelas sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia semakin bermakna dan relevan dengan tantangan era baru,” ujarnya.
Salah satu peserta, Pina Palupi, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan MGMP ini sangat bermanfaat bagi guru. “Materi yang disampaikan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan kurikulum. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MAN 5 Sleman,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan dalam MGMP Bahasa Indonesia MA DIY, guru-guru MAN 5 Sleman diharapkan mampu mengembangkan inovasi pembelajaran serta memperkuat peran Bahasa Indonesia sebagai sarana berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif bagi peserta didik. (AR)
