Kunjungan Industri Perluas Wawasan Siswa Berwirausaha

Kemenag Sleman News (MAN 4 Sleman) – Setiap orang memiliki potensi untuk sukses di bidangnya masing-masing tentu dengan proses ketekunan untuk meraihnya. Diperlukan kesungguhan dan kegigihan untuk meraih Impian, dan harus diupayakan sejak dini. Para siswa yang akan lulus harus memiliki rencana pasti, kuliah ataukah bekerja. “Saya menyarankan kalian kuliah karena dengan kuliah akan memperluas pola pikir dan skills serta memiliki nilai lebih dibanding lulusaan SMTA,” ujar Direktur PT Damas Kencono Surakarta, Sudaryono saat menerima kunjungan industri yang diikuti 31 siswa Kelas Tata Busana MAN 4 Sleman Selasa (10/2/2026).
Sudaryono menceritakan awal mula mendirikan usaha batik dan garment, penuh liku tantangan dan perjuangan. Ia bukanlah dari keluarga kaya, tidak ada hubungannya dengan konglomerat, meniti karier dan usaha benar-benar dari nol. Awalnya, ia adalah seorang guru Bahasa Inggris selama satu semester dengan gaji pas-pasan. Tidak puas dengan kondisi tersebut ia kemudian ia melamar pekerjaan sebagai tenaga marketing (pemasaran) di sebuah Perusahaan batik terkenal di Solo, bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negeri terkenal.
Ia diterima dan bekerja di dunia yang benar-benar baru dan jauh berbeda dengan profesinya sebagai guru dan latar belakang pendidikannya. “Begitu diterima saya mendapat tantangan baru. Saya mempelajari mendalami hal-hal baru tentang dunia batik dan garment, aneka jenis kain, pola batik, saya pelajari hingga bisa saya kuasai,” lanjut Daryono. Berkata kegigihannya ia pun dapat bekerja professional dengan gaji dan fasilitas tinggi, yang ia raih dengan penuh perjuangan. Berkat prestasi kerjanya, banyak Perusahaan besar menawarinya untuk posisi penting dan fasilitas tinggi.
Ia tidak puas dengan capaiannya, meski sudah bergaji tinggi dengan fasilitas lebih, ia memilih keluar dari kemapanan dan mendirikan usaha sendiri, Damas Kencono. Sebuah keputusan yang berani, hidup dan penghasilan mapan tetapi keluar dan memulai usaha di bidang garment dan batik. Karena semua divisi sudah ia kuasai maka ia pun tahu betul seluk-beluk dunia batik dan garment. Lambat laun usahanya meningkat dan berkembang meski tak jarang banyak tantangan. “Tatangan terberat adalah saat terjadi pandemi Covid-19. Hampir saya gila, tapi alhamdulilah terus bertahan dan survive, dan bisa berkembang,” ujarnya.
“Benar pesan ibu saya, orang hidup harus memiliki pendidikan tinggi dan skills, keduanya akan mendatangkan rizqi cukup bagimu. Inilah jawaban protes saya kepada ibu, saat saya sarjana kok pendapatan kecil?” ujarnya. Kunci sukses Sudaryono adalah kerja keras, kesungguhan, mau belajar meningkatkan skills, tepat waktu dengan pelanggan dan mitra, tetap menjaga kualitas, serta membangun komunikasi yang baik.
Saat ini, PT Damas Kencono mengoperasikan dua fasilitas pabrik (skala besar dan skala kecil) untuk menjamin fleksibilitas dan ketepatan waktu produksi. Perusahaannya didukung tim solid dengan kurang lebih 70 tenaga kerja terampil. “Kami mengelola operasional melalui sistem 2 lini produksi panjang long lines untuk pesanan massal dan 1 lini produksi kecil untuk penanganan pesanan khusus,” tegasnya. Dengan infrastruktur tersebut, Damas Kencono memiliki kapasitas produksi stabil antara 12.000 hingga 15.000 pcs per bulan. Sudah menjadi komitmen perusahaan untuk terus menjaga kualitas jahitan, ketepatan pola, dan efisiensi waktu untuk kepuasan mitra bisnis.
Para siswa tampak antusias mendapatkan penjelasan dari Sudaryono, bahkan apa yang disampaikan pengusaha dari Solo itu mampu memotivasi dan menginspirasi. Tak sungkan, beberapa siswa pun mengajukan pertanyaaan, dan semua dijawab dengan gamblang didasarkan atas pengalamannya sebagai pengusaha, seperti bagaimana mengelola usaha, pentingnya skill dan modal, hingga komunikasi, hingga tantangan yang dihadapi. “Asik dan menarik mendapat penjelasan dari Pak Sudaryono. Bersyukur bisa bertemu langsung dengan beliau,” ujar Muhammad Riki Ketua Kelas Tata Busana. Meskipun beliau telah sukses beliau tetap rendah hati dan mau berbagi ilmu kiat-kiat sukses, menarik, pengalaman yang berguna, ujar Riki. (eds)


