Minggu, Februari 15, 2026
Berita KemenagHeadline

Kakankemenag Sleman Gaungkan Transformasi Madrasah di FGD MTsN 5, Kuatkan Trisula Kesuksesan Madrasah

Kemenag Sleman News-Komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan terus digelorakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Hal itu ditegaskan dalam pembukaan Forum Group Discussion (FGD) MTsN 5 Sleman yang digelar di RM Pringsewu, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh keluarga besar MTsN 5 Sleman — mulai dari pendidik, tenaga kependidikan hingga komite madrasah — menghadirkan Pengawas Pendidikan Madrasah, Nur Wayudin Al Azis, sebagai narasumber. FGD mengangkat tema “Upaya Mewujudkan Trisula Kesuksesan Madrasah (Input–Proses–Output)” sebagai strategi bersama dalam meningkatkan kinerja, prestasi, serta penguatan kolaborasi pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Tema tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing. Pendidikan madrasah menjadi garda strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter, cakap digital, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Kepala MTsN 5 Sleman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur madrasah yang telah berkontribusi aktif dalam terselenggaranya FGD tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan komite madrasah yang terus berkolaborasi. Trisula Kesuksesan ini bukan sekadar konsep, tetapi komitmen bersama untuk memastikan kualitas input, proses pembelajaran yang bermutu, hingga output lulusan yang membanggakan,” ujarnya.

FGD dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata keseriusan madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus menyelaraskan langkah dengan kebijakan pusat.

“Kita harus terus bergerak dan bersinergi dengan kebijakan pusat dalam mewujudkan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Kementerian Agama. Madrasah harus hadir sebagai institusi yang bergerak berdampak, adaptif terhadap perkembangan digital, serta mampu membentengi generasi dari arus informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi digital bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Transformasi digital, menurutnya, bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan literasi yang memadai.

Pesan tersebut selaras dengan nilai Asta Protas Kementerian Agama, yakni “Kemenag Bergerak Berdampak”, yang menekankan transformasi layanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas SDM pendidikan keagamaan. Melalui forum diskusi ini, madrasah diharapkan tidak hanya memperkuat internal kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan responsif. (isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

♿ Aksesibilitas